
Pantau - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia telah mencapai 90 persen, dan tinggal 10 persen lagi untuk disepakati guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama hampir dua tahun.
Pernyataan Tegas Zelenskyy Soal Perdamaian
Dalam video yang diunggah melalui kanal Telegram pada malam Rabu, 31 Desember 2025, Zelenskyy menyatakan bahwa bagian 10 persen yang tersisa dalam negosiasi sangatlah penting.
"10 persen itu menentukan nasib perdamaian, Ukraina, dan Eropa," ungkapnya.
Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina menginginkan perang segera berakhir, tetapi menolak menerima kesepakatan yang lemah atau hanya akan menunda konflik berikutnya.
"Kami ingin perang berakhir, bukan Ukraina yang diakhiri," ia mengungkapkan.
Ia menyatakan tidak akan menandatangani perjanjian yang merugikan Ukraina, atau kesepakatan yang hanya memperpanjang pertempuran.
Menurutnya, satu-satunya opsi adalah menandatangani "kesepakatan yang kuat" demi masa depan Ukraina dan stabilitas kawasan.
Diplomasi Ukraina Masih Berjalan Intensif
Zelenskyy menambahkan bahwa seluruh upaya diplomatik saat ini sedang difokuskan untuk menyelesaikan 10 persen bagian kesepakatan yang belum rampung.
Ia menekankan pentingnya keteguhan dalam negosiasi untuk menghindari terciptanya siklus konflik yang berulang di masa mendatang.
Pernyataan ini memperkuat posisi Ukraina bahwa mereka tetap terbuka untuk perdamaian, namun tidak akan mengorbankan kedaulatan dan keamanan jangka panjangnya demi solusi cepat yang tidak menyeluruh.
- Penulis :
- Gerry Eka







