
Pantau - Pemerintah Republik Somaliland secara tegas membantah klaim yang menyebut pihaknya menyetujui pemukiman kembali warga Palestina dan mengizinkan pendirian pangkalan militer Israel di wilayahnya sebagai imbalan atas pengakuan dari Israel.
Kementerian Luar Negeri Somaliland menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan, serta bertentangan dengan kebijakan luar negeri Somaliland yang dijalankan sesuai dengan prinsip hukum internasional.
Pernyataan resmi ini dikeluarkan menyusul komentar Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, dalam wawancara dengan media Al Jazeera.
Tuduhan dari Presiden Somalia
Dalam wawancaranya, Presiden Somalia menyebut bahwa Israel telah mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dengan tiga syarat utama.
Syarat tersebut meliputi pemukiman kembali warga Palestina, pendirian pangkalan militer di kawasan Teluk Aden, serta komitmen Somaliland untuk mendukung Abraham Accords atau Perjanjian Abraham yang bertujuan menormalisasi hubungan dengan Israel.
Pernyataan ini menuai perhatian luas dan mendorong respons cepat dari otoritas Somaliland.
Klarifikasi Hubungan Somaliland dan Israel
Kementerian Luar Negeri Somaliland menolak keras semua tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa hubungan Somaliland dengan Israel bersifat murni diplomatik.
"Hubungan yang kami bangun dengan Israel dilakukan secara legal dan sesuai dengan norma hukum internasional," ungkap pernyataan resmi dari Kemenlu Somaliland.
Hubungan ini, menurut pemerintah Somaliland, tidak melibatkan isu-isu kontroversial seperti pemukiman Palestina atau fasilitas militer asing.
Rencana Kunjungan dan Kerja Sama Bilateral
Laporan dari kantor berita publik Israel, Kan, menyebut Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdilahi, akan melakukan kunjungan resmi ke Israel pada Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Somaliland dikabarkan akan mengumumkan partisipasinya dalam Perjanjian Abraham.
Selain itu, akan dilakukan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama bilateral di berbagai sektor, termasuk pertanian, pertambangan, keamanan, infrastruktur, dan pariwisata.
Pengakuan Resmi dari Israel
Israel secara resmi mengakui kemerdekaan Somaliland pada 26 Desember 2025.
Pengakuan tersebut dituangkan dalam deklarasi bersama yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdilahi.
Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengakui kedaulatan Somaliland secara penuh.
Konteks Sejarah dan Status Politik Somaliland
Somaliland memproklamasikan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991 setelah runtuhnya rezim militer Siad Barre.
Bersamaan dengan itu, wilayah Puntland juga menyatakan otonomi, meskipun tidak sepenuhnya lepas dari Somalia.
Meski telah membentuk pemerintahan sendiri, komunitas internasional hingga kini hanya mengakui Pemerintah Federal Somalia yang berbasis di Mogadishu sebagai pemerintah sah.
- Penulis :
- Gerry Eka







