
Pantau - Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, pada Sabtu (3/1) mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Caracas dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta seluruh perjanjian internasional yang berlaku.
Menurut Saab, serangan tersebut menyasar target-target sipil dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Tuntut Kejelasan Nasib Presiden Maduro dan Istri
Dalam pernyataannya, Saab menuntut kejelasan terkait keberadaan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pasca serangan tersebut.
Ia meminta bukti bahwa keduanya masih hidup dan menyebut situasi yang menimpa mereka sebagai bentuk penculikan.
"Pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang terjadi terhadap Presiden Venezuela," tegasnya.
Saab mendesak agar dugaan penculikan terhadap kepala negara Venezuela dan istrinya segera dihentikan.
Seruan ke PBB dan Komunitas Internasional
Jaksa Agung Venezuela juga menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional segera bersuara atas situasi yang terjadi.
Ia meminta komunitas internasional untuk tidak tinggal diam atas serangan yang diklaim telah menimbulkan korban sipil dan mengancam stabilitas negara.
Saab menegaskan bahwa dugaan penculikan terhadap pemimpin negara merupakan isu serius yang tidak boleh diabaikan.
Informasi ini dikutip dari laporan Sputnik dan RIA Novosti.
- Penulis :
- Gerry Eka








