Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Militer AS Lumpuhkan Jaringan Listrik Venezuela, Pemerintah Sebut Aksi Teroris

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Serangan Militer AS Lumpuhkan Jaringan Listrik Venezuela, Pemerintah Sebut Aksi Teroris
Foto: Serangan AS rusak jaringan listrik Venezuela (sumber: Xinhua)

Pantau - Serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, menyebabkan kerusakan serius pada jaringan transmisi listrik di sekitar ibu kota Caracas.

Menteri Energi Listrik Venezuela, Jorge Marquez, mengumumkan dampak serangan tersebut melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Minggu, 4 Januari 2026.

Ia juga mengunggah sebuah video ke media sosial yang memperlihatkan kondisi fasilitas transmisi listrik yang rusak berat di beberapa area Caracas.

"Saya ingin sekali lagi mengutuk serangan teroris terhadap sistem kelistrikan nasional, kali ini terhadap sistem transmisi listrik negara kita," ungkapnya.

Fasilitas Vital Terserang, Warga Caracas Kehilangan Listrik

Fasilitas listrik yang menjadi sasaran serangan memiliki peran penting dalam menyuplai daya ke wilayah barat daya dan tenggara Caracas.

Akibat kerusakan ini, sejumlah warga terpaksa menjalani aktivitas tanpa akses terhadap layanan listrik dasar.

Marquez menambahkan bahwa tim teknis dari National Electric Corporation, perusahaan milik negara, tengah bekerja untuk memulihkan aliran listrik di area terdampak.

Pemerintah Venezuela Sebut Serangan Sebagai Aksi Terorisme

Pemerintah Venezuela menilai serangan tersebut sebagai bentuk agresi dan tindakan teroris terhadap infrastruktur vital negara.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat mengenai tuduhan ini.

Otoritas Venezuela belum merinci lebih lanjut mengenai metode serangan maupun dampak jangka panjang terhadap pasokan energi nasional.

Penulis :
Arian Mesa