
Pantau - Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Balai Besar Rakyat, Beijing, pada Senin, 5 Januari 2025, untuk menegaskan stabilitas hubungan dan memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.
Dialog Tingkat Tinggi Tegaskan Komitmen Kawasan
Pertemuan diawali dengan upacara penyambutan resmi yang digelar Presiden Xi dan Ibu Negara Peng Liyuan untuk Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Negara Kim Hye Kyung di Aula Utara Gedung Agung Rakyat.
Upacara tersebut diiringi penghormatan militer oleh Tentara Pembebasan Rakyat China, lagu kebangsaan kedua negara, serta 21 tembakan meriam kehormatan yang dilepaskan di Lapangan Tiananmen.
Dalam pertemuan, Xi Jinping menegaskan pentingnya hubungan bilateral yang stabil dan berkesinambungan.
"China selalu memandang hubungannya dengan Korea Selatan sebagai hal yang penting dalam diplomasi bertetangga dan kebijakan China terhadap Korea Selatan terus mempertahankan kontinuitas dan stabilitas," ungkap Presiden Xi.
Ia menyatakan bahwa China dan Korsel sebagai negara tetangga dan mitra perlu meningkatkan intensitas pertukaran pejabat tinggi dan memperkuat dialog.
"China siap bekerja sama dengan Korsel untuk mengarahkan jalannya kerja sama, mempromosikan hasil yang saling menguntungkan, serta memajukan kemitraan kerja sama strategis China-Korea Selatan di jalur pembangunan yang sehat, sehingga bermanfaat nyata bagi kedua bangsa dan memberi energi positif ke dalam perdamaian dan pembangunan kawasan yang lebih luas," ujar Xi.
Presiden Xi juga menekankan perlunya penghormatan terhadap jalur pembangunan masing-masing, penyelesaian perbedaan melalui dialog, serta peningkatan kepercayaan dan sinergi kebijakan pembangunan.
Ia menyebut kerja sama ekonomi kedua negara sudah sangat erat dan saling menguntungkan.
"Kedua negara harus mendorong sinergi yang lebih besar antara strategi pembangunan, memperkuat koordinasi kebijakan, memperbesar kue kepentingan bersama, dan menghasilkan lebih banyak kerja sama di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan, industri hijau, dan perekonomian untuk warga senior," jelas Xi.
Ia juga mendorong peningkatan pertukaran antarmasyarakat di bidang pemuda, media, olahraga, dan riset, serta kerja sama menentang proteksionisme dan memperkuat multilateralisme.
Korsel Dukung Prinsip "Satu China", Siap Pulihkan Hubungan Bilateral
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan dengan China dan menghormati prinsip "Satu China".
"Korea Selatan sangat mementingkan hubungannya dengan China. Dengan memanfaatkan kunjungan kenegaraan pertama di tahun baru ini, Korsel siap untuk memperkuat momentum pemulihan penuh hubungan bilateral, mencari titik temu dalam perbedaan, memperdalam kemitraan kerja sama strategis Korsel-China dan bekerja sama dengan China untuk membuka prospek baru hubungan bilateral," ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan masing-masing.
"Kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Korsel dan China telah berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial masing-masing pihak sehingga kedua negara harus mendorong pertukaran antarmasyarakat dan meningkatkan pemahaman dan saling percaya," tegas Lee.
Korsel juga siap meningkatkan kerja sama multilateral dengan China untuk mendukung perdamaian dan pembangunan dunia.
Usai pertemuan, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan 15 dokumen kerja sama di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan ekologi, transportasi, serta ekonomi dan perdagangan.
Pada malam harinya, Presiden Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan menjamu Presiden Lee dan Ibu Negara Kim Hye Kyung dalam jamuan makan malam resmi di Aula Emas Gedung Agung Rakyat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








