Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Starmer dan Trump Bahas Upaya Cegah Rusia di Wilayah Kutub Utara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Starmer dan Trump Bahas Upaya Cegah Rusia di Wilayah Kutub Utara
Foto: (Sumber: Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas kebutuhan untuk mencegah Rusia di wilayah Arktik atau Kutub Utara.

Kantor Perdana Menteri Inggris melalui pernyataan resmi yang disampaikan Downing Street pada Kamis 8 Januari menyebutkan kedua pemimpin membahas isu keamanan kawasan Euro Atlantik.

Dalam pernyataan tersebut, Keir Starmer dan Donald Trump sepakat mengenai perlunya langkah-langkah untuk mencegah Rusia memperluas pengaruhnya di wilayah Kutub Utara.

Disebutkan pula bahwa sekutu Eropa telah meningkatkan upaya dalam beberapa bulan terakhir untuk membela kepentingan kawasan Euro Atlantik.

Namun demikian, pernyataan resmi itu menegaskan masih terdapat lebih banyak langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi wilayah Kutub Utara dari ancaman strategis.

Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan kedua pemimpin berharap dapat segera kembali melakukan pembicaraan lanjutan.

Pada Kamis malam, Keir Starmer juga melakukan pembicaraan terpisah dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Downing Street dalam pernyataan terpisah menyebutkan pembicaraan tersebut turut membahas perlunya menghalangi Rusia di wilayah Kutub Utara.

Dalam kesempatan itu, Mark Rutte menyampaikan informasi terbaru mengenai pertemuan Dewan Atlantik Utara yang berlangsung pada pagi hari.

Starmer dan Rutte sepakat bahwa masih diperlukan upaya tambahan dari negara-negara anggota NATO untuk mencegah Rusia meningkatkan pengaruh militernya di kawasan Arktik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menyoroti meningkatnya aktivitas NATO yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Rusia juga menekankan adanya peningkatan pasukan NATO di dekat perbatasan barat negara tersebut.

Kremlin menegaskan bahwa Rusia tidak mengancam negara mana pun.

Kremlin juga menyatakan Rusia tidak akan mengabaikan tindakan apa pun yang dinilai berpotensi membahayakan kepentingan nasionalnya.

Penulis :
Aditya Yohan