
Pantau - Kepolisian Iran menyatakan bahwa situasi nasional telah kembali tenang sehari setelah pecahnya kerusuhan massal di berbagai wilayah akibat krisis ekonomi dan anjloknya nilai tukar mata uang lokal.
Polisi: Hanya Insiden Terbatas, Situasi Umum Terkendali
Juru bicara kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi, mengatakan bahwa kondisi di seluruh Iran saat ini terkendali berdasarkan pemantauan langsung aparat di lapangan.
Pernyataan itu dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA, pada Jumat.
Menurut Al-Mahdi, hanya terjadi sejumlah kecil insiden yang melibatkan kelompok-kelompok yang disebutnya sebagai "teroris" di beberapa kota.
Aksi protes di Iran sendiri dimulai pada akhir Desember, dipicu oleh merosotnya nilai tukar rial Iran yang berdampak besar terhadap harga kebutuhan pokok.
Para demonstran mengeluhkan lonjakan harga barang baik di pasar grosir maupun eceran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengomentari situasi ini dan mengeluarkan beberapa ancaman terhadap otoritas Iran selama protes berlangsung.
Pada Jumat, Trump menyampaikan bahwa jika para demonstran terbunuh, "Washington akan menghantam mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka."
Kerusakan, Inflasi, dan Anjloknya Rial Iran
Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa para pengunjuk rasa merusak sejumlah properti milik pribadi dan negara di ibu kota, Teheran.
Walikota Teheran, Alireza Zakani, mengungkapkan bahwa pada 8 Januari telah terjadi serangan terhadap fasilitas keamanan, pembakaran bus dan kendaraan pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap beberapa bank.
Televisi pemerintah Iran juga melaporkan adanya korban jiwa dalam kerusuhan tersebut, namun tidak disebutkan dari pihak mana korban berasal.
Kondisi ini terjadi di tengah masa inflasi tinggi yang sedang dialami Iran.
Menurut data Bank Sentral Iran, tingkat inflasi tahunan saat ini mencapai 38,9 persen.
Krisis ekonomi kian memburuk sejak Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018.
Akibatnya, nilai tukar dolar AS di pasar gelap melonjak drastis.
Sebelumnya, 1 dolar AS bernilai sekitar 50.000 rial (sekitar Rp842), namun kini telah mencapai sekitar 1,4 juta rial (sekitar Rp23.595) di pasar terbuka.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








