
Pantau - Pemerintah Iran pada Minggu, 11 Januari 2026, mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk para martir yang tewas dalam protes dan kerusuhan berskala nasional yang telah berlangsung selama dua pekan.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui laporan stasiun televisi pemerintah Iran di tengah terus bertambahnya jumlah korban tewas akibat kerusuhan di berbagai wilayah.
Pemerintah Iran menyebut kerusuhan nasional tersebut terjadi akibat tindakan Amerika Serikat dan Israel.
Korban Kerusuhan dan Latar Belakang Aksi
Kantor berita semiresmi Iran Tasnim melaporkan sedikitnya 111 anggota pasukan keamanan Iran tewas dalam bentrokan sejak aksi unjuk rasa meletus.
Aksi unjuk rasa dipicu oleh depresiasi tajam nilai tukar mata uang Iran, rial, serta penerapan reformasi subsidi yang luas.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Iran pada Minggu menyerukan aksi unjuk rasa nasional untuk mendukung Republik Islam Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026.
Sikap Presiden dan Rencana Pemerintah
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan melalui wawancara televisi dengan IRIB terkait situasi nasional yang berkembang.
Pezeshkian menyatakan pemerintahannya siap menangani ketidakpuasan ekonomi masyarakat yang dinilai menjadi pemicu utama aksi unjuk rasa.
Ia menegaskan bahwa para perusuh tidak akan ditoleransi di tengah upaya menjaga stabilitas nasional.
Presiden Iran juga merinci rencana pemerintah untuk melaksanakan program reformasi subsidi besar-besaran yang bertujuan menstabilkan pasar, meningkatkan produksi nasional, dan memperkuat daya beli masyarakat.
Pezeshkian turut menyampaikan pembaruan mengenai kemajuan terkini pelaksanaan program reformasi subsidi tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Aditya Yohan







