Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

NATO Rumuskan Langkah Lanjutan Jaga Keamanan Arktik di Tengah Aktivitas Rusia dan China

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

NATO Rumuskan Langkah Lanjutan Jaga Keamanan Arktik di Tengah Aktivitas Rusia dan China
Foto: (Sumber: Arsip - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Tokyo. (ANTARA/Anadolu/py).)

Pantau - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut negara-negara sekutu tengah merumuskan langkah lanjutan untuk menjaga keamanan kawasan Arktik seiring potensi meningkatnya aktivitas Rusia dan China.

Mark Rutte menyampaikan bahwa semua negara sekutu sepakat mengenai pentingnya kawasan Arktik dan keamanan Arktik.

“Semua sekutu sepakat tentang pentingnya Arktik dan keamanan Arktik, karena kita tahu bahwa dengan dibukanya jalur laut, ada risiko bahwa Rusia dan China akan menjadi lebih aktif. Dan seperti yang Anda ketahui, ada delapan negara Arktik,” ungkap Mark Rutte.

Pernyataan tersebut disampaikan Mark Rutte kepada wartawan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic di Zagreb.

Mark Rutte menjelaskan bahwa tujuh dari delapan negara Arktik merupakan anggota NATO.

Tujuh negara Arktik anggota NATO tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, Denmark, Islandia, Norwegia, Finlandia, dan Swedia.

Rusia menjadi satu-satunya negara Arktik yang berada di luar aliansi NATO.

Mark Rutte menambahkan bahwa China juga semakin aktif di kawasan Arktik meskipun tidak memiliki wilayah geografis di sana.

“Saat ini, China hampir menjadi semacam negara Arktik, dan bukan secara geografis, tetapi setidaknya dengan banyaknya aktivitas dan minat mereka di wilayah tersebut,” ujarnya.

Mark Rutte menyampaikan bahwa NATO telah menyelesaikan diskusi internal pada tahun lalu terkait penguatan kerja sama di antara negara anggota Arktik.

NATO saat ini tengah mengerjakan langkah tindak lanjut praktis dari hasil diskusi tersebut.

Ia mengatakan aliansi kini membahas langkah lanjutan agar tindak lanjut dari diskusi dapat terwujud secara nyata.

Langkah tersebut ditujukan agar NATO secara kolektif maupun melalui masing-masing sekutu dapat menjaga keamanan Arktik sebagai prioritas bersama.

Mark Rutte menyebut NATO semakin terlibat dalam keamanan Arktik sejak tahun 2025 atas permintaan tujuh negara sekutu Arktik.

Ia juga menyebut kawasan Arktik sebagai bagian penting dari wilayah NATO.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan rencana negara-negara Eropa yang dipimpin Inggris dan Jerman untuk memperluas kehadiran militer di Greenland.

“Anda telah melihat beberapa pengumuman dari Inggris dan Jerman. Saat ini kami bekerja sama untuk melihat bagaimana kami pada dasarnya dapat bersama-sama sebagai aliansi... membangun langkah selanjutnya,” kata Mark Rutte.

Dalam konteks hubungan dengan Amerika Serikat, Mark Rutte menepis kekhawatiran adanya krisis internal di NATO.

“Saya percaya bahwa Donald Trump melakukan hal yang benar untuk NATO dengan mendorong kita semua untuk meningkatkan pengeluaran guna menyamai apa yang dihabiskan AS. Ketika saya memuji seseorang, itu berdasarkan fakta, dan saya percaya fakta-fakta itu ada,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic menilai dialog sebagai kunci penyelesaian ketegangan terkait status Greenland.

“Saya yakin bahwa dengan diskusi, kita dapat menemukan solusi yang akan menjamin keamanan bagi AS, dan akan memastikan bahwa Greenland menjadi bagian dari Denmark... Itulah mengapa dialog berkualitas tinggi diperlukan, dan itu pasti dapat menyelesaikan situasi demi kepentingan keamanan global,” ungkap Andrej Plenkovic.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf