
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa demonstrasi di Iran telah berakhir dan situasi di seluruh negeri kini kembali tenang.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Rabu, Araghchi mengungkapkan, "Saya bisa sampaikan bahwa selama empat hari terakhir semuanya tenang. Tidak ada demonstrasi, tidak ada kerusuhan."
Ia juga membantah adanya rencana pemerintah Iran untuk mengeksekusi para pengunjuk rasa.
" Tidak ada rencana untuk menggantung siapa pun," ungkapnya.
Araghchi menegaskan bahwa kondisi keamanan telah sepenuhnya dikendalikan oleh otoritas negara.
Kronologi Aksi Protes dan Pemicu Kerusuhan
Gelombang protes di Iran bermula pada akhir Desember 2025.
Aksi unjuk rasa dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang nasional, rial Iran.
Kondisi ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun drastis dan memperburuk situasi ekonomi rumah tangga.
Situasi memanas sejak 8 Januari 2026, ketika Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran yang terguling dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan aksi menentang pemerintah.
Pada hari yang sama, pemerintah memblokir akses internet secara nasional.
Iran menyatakan bahwa pemblokiran dilakukan untuk menjaga stabilitas negara.
Namun, kebijakan ini menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia karena dinilai membatasi kebebasan informasi.
Aksi protes di sejumlah kota besar kemudian berkembang menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik kebijakan ekonomi dan politik pemerintah.
Laporan dari media dan kelompok pemantau menyebutkan adanya korban dari kedua belah pihak, baik dari demonstran maupun aparat.
Namun hingga kini, pemerintah Iran belum merilis data resmi mengenai jumlah korban tewas atau luka-luka.
Respons Internasional dan Ancaman dari Amerika Serikat
Pada akhir Desember 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ancamannya terhadap Iran.
Trump menyatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara tersebut melanjutkan program rudal dan nuklirnya.
Ia juga mengancam akan melancarkan serangan besar jika pemerintah Iran membunuh para pengunjuk rasa.
Trump menegaskan dukungannya terhadap rakyat Iran jika diperlukan.
Pernyataan Gedung Putih ini semakin memperkeruh hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Seluruh informasi dalam laporan ini bersumber dari Sputnik.
- Penulis :
- Aditya Yohan








