
Pantau - Otoritas keamanan Iran dilaporkan telah menangkap sekitar 3.000 orang yang disebut sebagai “teroris” terkait kerusuhan terbaru yang terjadi di sejumlah wilayah negara tersebut.
Informasi penangkapan itu disampaikan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Jumat 16 Januari 2026 dengan mengutip pernyataan pejabat keamanan Iran.
Penangkapan dan Tuduhan terhadap Tahanan
Tasnim melaporkan para tahanan mencakup pimpinan utama kerusuhan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, otoritas Iran menyebut sejumlah tahanan terafiliasi dengan Israel.
Penangkapan juga mencakup individu bersenjata serta para perusuh yang terlibat dalam perusakan fasilitas umum.
Sebagian dari mereka dituduh terlibat dalam pembunuhan warga Iran selama kerusuhan berlangsung.
Situasi Keamanan dan Latar Belakang Protes
Tasnim menyebutkan situasi di Iran dalam beberapa hari terakhir relatif tenang.
Meski demikian, otoritas mengingatkan masih terdapat upaya pihak tertentu untuk menyulut kembali kerusuhan.
Gelombang protes diketahui terjadi sejak akhir Desember di sejumlah kota di Iran.
Pemicu utama aksi tersebut adalah depresiasi tajam nilai mata uang rial Iran yang berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.
Otoritas Iran mengakui adanya demonstrasi dan menyatakan kesiapan pemerintah untuk menangani keluhan ekonomi warga.
Namun, pemerintah memperingatkan agar aksi tidak berubah menjadi kekerasan, vandalisme, dan kerusuhan.
Aksi protes yang awalnya berlangsung damai kemudian berubah menjadi rusuh dan menimbulkan korban jiwa.
Kerusuhan tersebut menyebabkan kerusakan fasilitas umum, termasuk masjid, gedung pemerintah, dan bank.
Tasnim melaporkan kerusuhan paling parah terjadi pada 8 dan 9 Januari.
Otoritas Iran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang berada di balik memburuknya situasi keamanan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








