
Pantau - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, Mike Johnson, menyatakan bahwa negosiasi adalah cara paling efektif untuk menyelesaikan ketegangan terkait klaim Amerika Serikat atas wilayah Greenland.
Johnson menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki niat bermusuhan terhadap rakyat Greenland dan ingin mempertahankan hubungan persahabatan dengan mereka.
Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan Presiden Donald Trump yang mengumumkan rencana pengenaan tarif sebesar 10 persen terhadap negara-negara Eropa, termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Trump menyebut tarif tersebut sebagai bentuk respons atas penolakan negara-negara tersebut terhadap rencana pembelian Greenland oleh AS.
Trump bahkan mengancam akan menaikkan tarif menjadi 25 persen pada Juni 2026 jika AS gagal mencapai kesepakatan dengan Denmark terkait kepemilikan Greenland.
Greenland Jadi Pusat Ketegangan Geopolitik
Trump beralasan bahwa penguasaan atas Greenland penting untuk keamanan nasional Amerika Serikat, khususnya dalam persaingan geopolitik di wilayah Arktik melawan China dan Rusia.
Greenland merupakan wilayah otonom di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark yang memiliki wewenang luas dalam urusan domestik.
Otoritas Denmark dan pemerintah Greenland secara tegas menolak klaim kepemilikan yang diajukan Amerika Serikat dan mendesak agar kedaulatan mereka dihormati.
Sikap Johnson yang lebih mengedepankan jalur diplomasi dianggap sebagai upaya meredam ketegangan yang timbul akibat pendekatan Trump yang agresif melalui ancaman tarif.
- Penulis :
- Gerry Eka







