Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Ketegangan Memuncak, Sekutu Eropa NATO Tahan Informasi Intelijen dari AS Terkait Isu Greenland

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ketegangan Memuncak, Sekutu Eropa NATO Tahan Informasi Intelijen dari AS Terkait Isu Greenland
Foto: (Sumber: Sejumlah bendera negara anggota berkibar di Markas NATO di Brussels, Belgia. ANTARA/Anadolu/PY/aa..)

Pantau – Ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di NATO terus meningkat setelah sejumlah negara Eropa dilaporkan menahan informasi intelijen dari Washington akibat rencana Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland.

Informasi ini diungkap oleh surat kabar The i Paper pada Senin, mengutip sumber senior intelijen NATO yang menyebut bahwa para pejabat intelijen Eropa kini enggan berbicara terbuka dengan pihak AS.

Kekhawatiran utama mereka adalah informasi yang dibagikan bisa bocor ke Trump dan digunakan untuk memperkuat rencana pengambilalihan Greenland secara paksa.

Hubungan Intelijen Eropa-AS Retak

"Situasinya sangat mengganggu, tidak masuk akal, dan mengejutkan," ungkap sumber tersebut.

Ia menggambarkan perubahan besar dalam hubungan kerja sama, yang sebelumnya erat karena pernah bertugas bersama di Irak dan Afghanistan.

Seorang sumber dari intelijen Inggris menyebut bahwa relasi antara AS dan sekutunya kini mengalami keretakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Inggris, yang dulu dianggap mitra utama AS dalam berbagi intelijen, kini disebut hanya dipandang sebagai bagian dari Eropa, bukan lagi mitra istimewa (special relationship).

Pemicu Ketegangan: Tarif dan Greenland

Pada Sabtu sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan rencana penerapan tarif tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa: Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif itu akan dinaikkan menjadi 25 persen pada bulan Juni, kecuali AS berhasil mengakuisisi Greenland.

Trump secara terbuka menyatakan bahwa Greenland, meskipun merupakan wilayah otonom di bawah Denmark, seharusnya menjadi bagian dari AS.

Otoritas Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington agar menghormati integritas teritorial mereka dan menolak segala bentuk pengambilalihan paksa.

Penulis :
Ahmad Yusuf