
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan kembali program nuklirnya dan menegaskan bahwa pelanggaran terhadap larangan tersebut bisa memicu tindakan militer dari pihak Washington.
Dalam wawancara dengan CNBC di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu, Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak akan menoleransi upaya apa pun dari Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.
AS Siap Tindak Iran Jika Langgar Larangan Nuklir
Trump mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan terus memantau langkah Iran selanjutnya.
"Kami akan mencari tahu di mana posisi mereka sekarang dan apa yang akan mereka lakukan soal nuklir. Mereka tidak boleh melakukan nuklir. Satu hal yang selalu saya tekankan, mereka tidak boleh melakukan nuklir," ungkapnya.
Trump juga menyinggung serangan udara yang pernah dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran menggunakan pesawat pengebom siluman B-2.
"Itu tempat yang keras. Itu tempat yang kami serang sangat keras (Juni lalu)… mengakhiri program nuklir," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa serangan tersebut telah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Mereka akan punya senjata nuklir sejak lama, bahkan mungkin sebulan setelah kami menyerang, seandainya kami tidak menghantam mereka. Dan kami menghantam mereka dengan keras, dengan B-2," jelas Trump.
Trump Klaim Tekan Iran untuk Hentikan Eksekusi Pengunjuk Rasa
Selain soal nuklir, Trump juga mengklaim bahwa pemerintah Iran menghentikan rencana eksekusi terhadap ratusan pengunjuk rasa setelah dirinya mengeluarkan peringatan militer.
"Mereka akan menggantung 837 orang pada Kamis," katanya.
Ia menambahkan, "Saya bilang kepada mereka, ‘Kalian tidak bisa melakukan itu.’"
Gelombang protes di Iran sendiri meletus sejak 28 Desember akibat memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena anjloknya nilai mata uang dan melonjaknya inflasi.
Demonstrasi tersebut meluas ke berbagai kota dan menyebabkan bentrokan dengan aparat keamanan.
Pihak pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung kelompok "perusuh bersenjata" yang dituding melakukan serangan di tempat-tempat umum.
Namun tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Washington.
Trump menegaskan bahwa dirinya telah memperingatkan keras Iran terkait keselamatan para demonstran.
Ia juga menyampaikan harapannya agar tidak ada eskalasi militer lebih lanjut terhadap Iran.
"Kami berharap tidak akan ada tindakan lebih lanjut," ujarnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







