
Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa kawasan Arktik kini semakin menarik perhatian banyak negara di luar lingkar Arktik, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah tersebut.
Putin Tegaskan Kepemimpinan Rusia di Arktik
Pernyataan itu disampaikan Putin pada Jumat, 23 Januari 2026, saat berbicara kepada mahasiswa di Institut Fisika dan Teknologi Moskow.
"Seperti yang kita semua ketahui sekarang, bukan hanya negara-negara Arktik, tetapi banyak negara lain di seluruh dunia, semakin memperhatikan apa yang terjadi di Arktik," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Rusia telah sejak lama menjadi pemimpin dalam pengembangan kawasan Arktik.
"Rusia tanpa diragukan telah menjadi pemimpin dalam pengembangan Arktik selama beberapa dekade," ia mengungkapkan.
Putin juga menyinggung reaksi berbagai pihak terhadap laporan terbaru mengenai Greenland, yang dianggapnya sebagai tanda meningkatnya perhatian terhadap kawasan tersebut.
"Kalian tersenyum dan tertawa, tetapi pada kenyataannya, di satu sisi memang menyenangkan dan menarik, namun di sisi lain ini sangat penting," ujar Putin, menyoroti pentingnya strategis wilayah Arktik meskipun kerap mendapat tanggapan ringan.
Ketegangan Meningkat: AS Dorong Akuisisi Greenland
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Januari kembali mendorong upaya kontroversial untuk mengakuisisi Greenland.
Trump menyebut alasan “keamanan nasional” sebagai latar belakang inisiatif tersebut, serta kekhawatiran terhadap pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik.
"Jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China yang akan melakukannya," kata Trump dalam pernyataannya.
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menolak mendukung rencananya.
Namun, rencana Trump ditolak oleh sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, yang menegaskan bahwa kedaulatan Greenland tidak dapat diperjualbelikan.
Meskipun Trump mengklaim telah tercapai sebuah “kerangka” kesepakatan, pemerintah Denmark dan otoritas lokal Greenland membantah adanya pembicaraan resmi.
Sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan, Rusia berjanji akan memperkuat kemampuan pertahanannya di kawasan Arktik.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk merebut Greenland.
- Penulis :
- Shila Glorya







