
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan kecaman publik terhadap insiden penembakan oleh agen federal di Minneapolis, Minnesota, yang terjadi untuk kedua kalinya pada Januari 2026.
Insiden Penembakan dan Pernyataan Trump
Trump menyatakan bahwa aparat penegak hukum seharusnya mendapatkan perlindungan penuh saat menjalankan tugas, khususnya dalam operasi penegakan hukum imigrasi.
Menurut keterangan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS), insiden tersebut terjadi ketika seorang petugas patroli perbatasan merasa keselamatannya terancam saat menjalankan operasi penggerebekan imigran ilegal.
Dalam kejadian itu, seorang pria disebut mendekati petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) sambil membawa senjata api.
Karena tidak mampu melucuti senjata pria tersebut, aparat akhirnya melepaskan tembakan.
Trump menyampaikan kritik keras melalui akun Truth Social miliknya.
"Itu senjata milik pelaku, berisi peluru (dengan dua magasin lain yang masih penuh!). Ada apa sebenarnya? Di mana polisi setempat? Kenapa mereka tidak boleh melindungi petugas ICE?" tulis Trump.
Kritik terhadap Pemerintah Negara Bagian
Trump juga menuduh pemerintah negara bagian Minnesota menutupi dugaan pencurian miliaran dolar dari anggaran negara.
Ia menuding para pemimpin Minnesota dan Kota Minneapolis telah mendorong terjadinya kekacauan melalui retorika yang dianggap memicu pemberontakan.
Insiden terbaru ini terjadi saat aparat mengerahkan kendaraan berat ke lokasi penembakan seorang pria bersenjata dalam operasi penindakan imigrasi ilegal.
Ketegangan Meningkat di Tengah Operasi Imigrasi
Sebelumnya, pada awal Januari 2026, insiden serupa juga terjadi ketika seorang petugas imigrasi menembak seorang pengunjuk rasa yang menolak keluar dari mobilnya.
Petugas saat itu mengira perempuan tersebut akan menabrak aparat.
Rangkaian peristiwa tersebut memicu gelombang protes dan memperbesar ketegangan terkait kebijakan imigrasi serta peran aparat federal dalam penegakan hukum di Amerika Serikat.
- Penulis :
- Gerry Eka







