
Pantau - Myanmar melaksanakan pemungutan suara fase ketiga dan terakhir dalam pemilihan umum nasional pada Minggu, 25 Januari 2026, menandai puncak dari proses pemilu pertama sejak kudeta militer tahun 2021.
Pemungutan Suara Berlangsung di 63 Kota
Menurut laporan Radio dan Televisi Myanmar, pemungutan suara dimulai sejak pagi dan berakhir pukul 16.00 waktu setempat.
Fase ketiga ini digelar di 63 kota di seluruh wilayah Myanmar.
Jenderal Min Aung Hlaing, presiden sementara Myanmar sekaligus pemimpin junta militer, melakukan kunjungan ke tempat pemungutan suara di wilayah Mandalay.
Fase kedua pemilu sebelumnya dilaksanakan pada 11 Januari di 100 kota, sedangkan fase pertama telah digelar pada 28 Desember 2025 di 102 kota.
Parlemen Baru Dijadwalkan Bersidang Maret 2026
Mayor Jenderal Zaw Min Htun, kepala tim informasi junta militer, menyatakan bahwa parlemen baru akan mulai bersidang pada Maret 2026 setelah seluruh proses pemungutan suara selesai.
Pemerintahan baru Myanmar dijadwalkan mulai menjabat pada bulan April.
Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota Parlemen Uni Myanmar yang terdiri dari dua majelis (bikameral), yaitu majelis rendah dan majelis tinggi, serta legislatif di tingkat negara bagian dan regional.
Parlemen Myanmar memiliki total 664 kursi, dengan rincian 440 kursi di majelis rendah dan 224 kursi di majelis tinggi.
Parlemen yang terbentuk nantinya akan memilih presiden yang bertanggung jawab membentuk pemerintahan baru.
Pemilu Pertama Sejak Kudeta dan Pembubaran 40 Partai
Pemilu 2026 merupakan pemilihan umum pertama sejak kudeta militer tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil Liga Nasional untuk Demokrasi di bawah pimpinan Aung San Suu Kyi.
Kudeta tersebut menyebabkan Myanmar berada dalam status pemerintahan darurat selama lebih dari empat tahun.
Pada tahun 2023, junta militer membubarkan sekitar 40 partai politik, termasuk Liga Nasional untuk Demokrasi.
Dalam pemilu kali ini, sedikitnya enam partai nasional dengan hampir 5.000 kandidat turut serta.
Di tingkat regional, terdapat 57 partai yang ikut berpartisipasi.
Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung militer mencalonkan lebih dari 1.000 kandidat.
- Penulis :
- Gerry Eka







