
Pantau - Kepolisian Iran menangkap lebih dari 200 orang yang terlibat dalam aksi protes dan kerusuhan di berbagai provinsi pada Minggu, 25 Januari 2026, di tengah gelombang demonstrasi yang dipicu oleh krisis ekonomi.
Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita Tasnim dan dikonfirmasi oleh sumber resmi Sputnik/RIA Novosti.
Penangkapan di Berbagai Provinsi
Di Kota Yazd, lebih dari 150 orang dilaporkan telah ditahan oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, di Provinsi Semnan, aparat menangkap 19 demonstran, dengan 15 orang di antaranya berasal dari Kota Shahrud.
Para pelaku dituduh melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas umum seperti kantor pemadam kebakaran, cabang bank, dan kendaraan milik aparat penegak hukum.
Di Provinsi Golestan, wilayah utara Iran, petugas intelijen menangkap 40 orang yang dikategorikan sebagai perusuh.
Beberapa dari mereka diketahui membawa berbagai jenis senjata dan barang mencurigakan lainnya.
Protes Dipicu Inflasi dan Pelemahan Rial
Gelombang protes yang terjadi sejak akhir Desember 2025 ini dipicu oleh kekhawatiran publik terhadap inflasi yang terus melonjak dan melemahnya nilai tukar mata uang lokal, rial.
Di sejumlah kota, demonstrasi berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan.
Para demonstran juga terdengar meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah.
Bentrokan tersebut dilaporkan menyebabkan korban luka, baik dari pihak demonstran maupun aparat keamanan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








