
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 26 Januari 2026, mengumumkan akan menaikkan tarif “timbal balik” dan bea masuk mobil terhadap Korea Selatan dari 15 persen menjadi 25 persen, menyusul lambannya pengesahan kesepakatan dagang oleh parlemen Korea Selatan.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial sebagai bentuk tekanan langsung terhadap Seoul agar segera merampungkan proses domestik implementasi kesepakatan perdagangan dan investasi bilateral.
Trump menilai bahwa pemerintah AS telah lebih dulu menurunkan tarif sesuai kesepakatan dan mitra dagang seharusnya menunjukkan komitmen serupa.
Korea Selatan Kirim Menteri untuk Negosiasi Langsung
Langkah Trump ini mendorong kantor kepresidenan Korea Selatan, Cheong Wa Dae, untuk mengirim Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan ke Washington.
Ia dijadwalkan bertemu dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, guna membahas langkah lanjutan dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
Trump menulis, “Presiden Lee dan saya mencapai kesepakatan besar untuk kedua negara pada 30 Juli 2025, dan kami menegaskan kembali ketentuan ini saat saya berada di Korea pada 29 Oktober 2025. Mengapa Parlemen Korea belum menyetujuinya?”
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Karena Parlemen Korea belum mengesahkan perjanjian perdagangan bersejarah kita, yang merupakan hak prerogatif mereka, dengan ini saya menaikkan TARIF Korea Selatan untuk mobil, kayu, farmasi, dan semua TARIF timbal balik lainnya, dari 15 persen menjadi 25 persen.”
Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan tarif tersebut akan diberlakukan secara resmi, dan Gedung Putih belum mengeluarkan komentar terkait pengumuman tersebut.
Isi Kesepakatan dan Kontroversi Penundaan
Trump merujuk pada rancangan undang-undang yang diajukan Partai Demokrat Korea Selatan ke Majelis Nasional pada November 2025, namun belum disahkan hingga kini.
Dalam dokumen kesepakatan bersama yang dirilis pada November, Korea Selatan berkomitmen untuk menanamkan investasi sebesar 350 miliar dolar AS (sekitar Rp5.882 triliun) di AS.
Sebagai imbalan, pemerintahan Trump menurunkan bea masuk otomotif menjadi 15 persen, dari tarif sebelumnya.
Kesepakatan ini juga mencakup persetujuan AS atas rencana Korea Selatan untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir.
Selain itu, Washington menyatakan dukungannya atas upaya Seoul dalam mengamankan izin pengayaan uranium sipil dan pengolahan ulang bahan bakar nuklir bekas untuk tujuan damai.
Trump menegaskan kembali pentingnya kesepakatan ini, “Kesepakatan Perdagangan kita sangat penting bagi Amerika. Dalam setiap kesepakatan ini, kita telah bertindak cepat untuk mengurangi TARIF kita sesuai dengan Transaksi yang disepakati. Tentu saja, kita mengharapkan mitra dagang kita untuk melakukan hal yang sama.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







