
Pantau - Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan kehadiran permanen Badan Intelijen Pusat (CIA) di Venezuela menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
CIA Disiapkan Jadi Ujung Tombak Operasi AS di Venezuela
Laporan CNN menyebutkan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi politik dan keamanan yang tidak stabil di Venezuela, serta untuk mendukung proses masuk kembali Amerika Serikat ke negara tersebut.
Menurut sumber dari pemerintahan AS, Departemen Luar Negeri (State Department) akan tetap menjadi perwakilan diplomatik utama, tetapi keterlibatan CIA disebut akan menjadi kunci dalam membentuk kehadiran awal AS.
"Negaralah yang menancapkan bendera, tetapi CIA yang benar-benar memiliki pengaruh," ungkap seorang sumber seperti dikutip dari Xinhua News.
Pejabat AS dilaporkan akan mulai beroperasi dari sebuah kantor cabang CIA sebelum pembukaan resmi kedutaan besar.
Langkah ini memungkinkan mereka menjalin kontak informal dengan berbagai faksi politik di Venezuela dan memantau pihak ketiga yang dianggap sebagai ancaman terhadap kepentingan AS.
CIA Terlibat Langsung dalam Penangkapan Maduro
Direktur CIA, John Ratcliffe, menjadi pejabat tinggi AS pertama yang melakukan kunjungan ke Venezuela pascapenangkapan Nicolas Maduro.
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan penjabat presiden Delcy Rodriguez serta sejumlah pemimpin militer Venezuela.
Ratcliffe juga memperingatkan bahwa Venezuela tidak lagi dapat menjadi tempat perlindungan yang aman bagi musuh-musuh Amerika Serikat.
Laporan dari Xinhua menyebutkan bahwa agen-agen CIA telah terlibat secara langsung dalam operasi penangkapan Maduro.
Beberapa personel CIA bahkan dikabarkan telah berada di Venezuela selama beberapa bulan sebelumnya untuk melacak pergerakan presiden yang kini ditahan tersebut.
Selain itu, penilaian intelijen dari CIA turut membentuk kebijakan AS dalam menentukan arah kepemimpinan Venezuela setelah kejatuhan Maduro.
Meski demikian, sejumlah pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa mereka masih menunggu arahan yang lebih jelas dari Gedung Putih terkait langkah-langkah strategis selanjutnya dalam mengelola Venezuela.
- Penulis :
- Arian Mesa







