Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Isyaratkan Kemajuan Perundingan dengan AS di Tengah Ketegangan Regional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Isyaratkan Kemajuan Perundingan dengan AS di Tengah Ketegangan Regional
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am.)

Pantau - Pejabat tinggi keamanan Iran menyatakan bahwa kerangka perundingan dengan Amerika Serikat (AS) mulai terbentuk di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyampaikan melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (31/1) bahwa "kerangka terstruktur untuk perundingan tengah terbentuk dan terus bergerak maju", ungkapnya.

Ia juga menepis pemberitaan media yang menyebutkan kemungkinan konflik terbuka antara Iran dan AS, dengan menyatakan bahwa itu hanyalah "hiruk-pikuk buatan dari narasi perang media", ujarnya.

Aktivitas Diplomatik Iran dan Dukungan Regional

Pernyataan Larijani muncul bersamaan dengan intensifikasi aktivitas diplomatik di kawasan yang dipimpin oleh beberapa negara, khususnya Turki, yang berupaya memediasi Iran dan AS serta meredakan ketegangan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan kunjungan ke Istanbul pada Jumat (30/1) dan bertemu langsung dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, serta Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.

Sementara itu, Larijani juga dilaporkan melakukan kunjungan singkat ke Moskow dan mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Meskipun rincian pertemuan tersebut tidak dibuka ke publik, pihak Kremlin membenarkan bahwa pertemuan tersebut memang terjadi.

Ketegangan Memuncak dan Respons Iran

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat sejak pecahnya gelombang protes di Iran bulan lalu.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya siap "datang menyelamatkan" para pengunjuk rasa di Iran.

Pada awal pekan ini, Trump mengumumkan bahwa armada militer AS dalam skala besar sedang bergerak menuju kawasan sekitar Iran.

Trump juga memperingatkan Teheran untuk segera memulai perundingan dan meninggalkan ambisi nuklirnya.

Sebagai tanggapan, Iran menegaskan kembali kesiapan untuk membuka jalur dialog berdasarkan prinsip "saling menghormati", sebagaimana disampaikan Abbas Araghchi usai pertemuannya di Turki.

Namun di sisi lain, komandan militer Iran menyatakan bahwa pasukan mereka berada dalam status siaga maksimum dan siap memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi dari AS maupun zionis Israel.

Penulis :
Gerry Eka