Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Delapan Negara Termasuk Indonesia Kecam Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Gaza

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Delapan Negara Termasuk Indonesia Kecam Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Gaza
Foto: (Sumber: Dua orang warga Palestina memandangi reruntuhan bangunan akibat serangan Israel di Gaza. ANTARA/Xinhua..)

Pantau -  Menteri luar negeri Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Arab Saudi, dan Qatar mengecam keras pelanggaran berulang yang dilakukan Israel terhadap gencatan senjata di Gaza.

Kecaman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri pada Minggu, 1 Februari.

Para menteri memperingatkan bahwa tindakan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan serta merusak upaya untuk memperkuat situasi kondusif dan memulihkan stabilitas di Gaza.

Para menteri menilai komitmen penuh terhadap fase kedua gencatan senjata merupakan hal yang sangat penting dalam periode krusial saat ini.

Semua pihak didesak untuk sepenuhnya menjalankan tanggung jawab mereka serta menahan diri semaksimal mungkin demi mempertahankan gencatan senjata.

Para menteri juga meminta agar seluruh pihak menghindari tindakan apa pun yang dapat merusak proses yang sedang berlangsung.

Dorongan Pemulihan dan Perdamaian Gaza

Para menteri menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang kondusif bagi pemulihan dan rekonstruksi segera di Gaza.

Mereka menegaskan kembali pentingnya mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan langgeng berdasarkan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara.

Prinsip perdamaian tersebut harus sejalan dengan hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan.

Seruan Kepatuhan Gencatan Senjata

Pada hari yang sama, Kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza Ali Abdel Hamid Shaath menyerukan kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Komite Nasional untuk Administrasi Gaza merupakan badan teknokratik Palestina yang terlibat dalam pengelolaan sipil wilayah tersebut.

Shaath menegaskan bahwa NCAG bersama mitra-mitranya berkomitmen mencegah insiden lebih lanjut dan melindungi warga sipil.

Ia menyatakan bahwa "jalan ke depan harus didasarkan pada pengendalian diri, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap kehidupan warga sipil," ungkapnya.

Data Korban Konflik Gaza

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 setelah dua tahun konflik bersenjata.

Penerapan gencatan senjata tersebut merupakan hasil mediasi Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat.

Sejak operasi militer Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, hampir 71.800 warga Palestina dilaporkan tewas.

Lebih dari 171.500 warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka berdasarkan data terbaru otoritas kesehatan Gaza pada Minggu.

Dalam 24 jam terakhir, tercatat 26 warga Palestina tewas dan 68 orang lainnya dilaporkan terluka.

Otoritas kesehatan Gaza menyebutkan sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan di jalan-jalan.

Tim penyelamat dan pertahanan sipil dilaporkan belum dapat menjangkau seluruh korban tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf