
Pantau - Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menggelar pertemuan dengan Laura Dogu, kuasa usaha Unit Urusan Venezuela dari Amerika Serikat, di Caracas pada Senin, 2 Februari 2026.
Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda kerja bilateral antara Venezuela dan Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut terjadi hampir satu bulan setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Serangan militer yang dilakukan AS tersebut menyebabkan sedikitnya 100 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Delcy Rodriguez menyatakan bahwa aksi militer Amerika Serikat merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas nasional di tengah situasi krisis yang sedang berlangsung.
"Kami akan berhadapan langsung dan memasuki pertempuran diplomatik," ungkapnya dalam konferensi pers usai pertemuan.
Latar Belakang Ketegangan dan Langkah Diplomatik
Ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat memuncak setelah operasi militer AS yang mengejutkan dunia internasional, yang diklaim sebagai bagian dari intervensi terhadap krisis politik di Venezuela.
Dalam pertemuan tersebut, Rodriguez dan Dogu membahas langkah-langkah awal untuk meredakan ketegangan dan mendorong terciptanya jalur diplomatik demi mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Fokus Pemerintah Venezuela ke Depan
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa dialog tetap menjadi pilihan utama dalam menghadapi krisis yang melibatkan kekuatan asing.
Rodriguez juga menyatakan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan menggalang dukungan internasional untuk mempertahankan kedaulatan negara.
- Penulis :
- Shila Glorya





