
Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa pengerahan pasukan dan infrastruktur militer negara-negara Barat di Ukraina tidak dapat diterima dan dianggap sebagai bentuk intervensi asing yang mengancam keamanan nasional Rusia.
Pernyataan Keras dari Lavrov
Pada Senin, 2 Februari 2026, Lavrov menyampaikan pernyataan resmi melalui situs web Kementerian Luar Negeri Rusia.
Ia mengatakan bahwa kehadiran militer Barat di Ukraina merupakan langkah yang membahayakan stabilitas kawasan dan merugikan kepentingan strategis Rusia.
"Pengerahan di Ukraina berupa unit militer, fasilitas militer, depot amunisi, dan infrastruktur lainnya milik negara-negara Barat tidak dapat kami terima dan akan digolongkan sebagai intervensi asing, yang menimbulkan ancaman langsung bagi keamanan Rusia," ungkapnya.
Kritik terhadap Solusi Barat
Selain menolak keberadaan militer asing, Lavrov juga mengkritik pendekatan yang diusulkan Ukraina dan negara-negara Barat dalam menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung.
Menurutnya, rencana pengerahan "pasukan multinasional" yang diklaim bertujuan untuk menjamin keamanan Ukraina justru akan memperkeruh situasi.
Lavrov menilai bahwa langkah tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi konfrontasi lebih lanjut antara Rusia dan Barat.
Posisi Rusia Tetap Tegas
Rusia selama ini menyatakan keberatannya terhadap segala bentuk intervensi asing di wilayah yang dianggap sebagai zona kepentingan strategisnya.
Pernyataan Lavrov menunjukkan bahwa Moskow tidak akan mundur dari posisinya, terutama jika menyangkut keamanan nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya





