Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PM Inggris Keir Starmer: Peter Mandelson Berbohong soal Hubungannya dengan Jeffrey Epstein

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PM Inggris Keir Starmer: Peter Mandelson Berbohong soal Hubungannya dengan Jeffrey Epstein
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa Peter Mandelson, mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, telah berbohong kepada pemerintah mengenai tingkat hubungannya dengan Jeffrey Epstein, tokoh kontroversial yang tersangkut berbagai kasus pelecehan seksual.

Pernyataan ini disampaikan Starmer di hadapan Majelis Rendah Inggris (DPR) pada Rabu, 4 Februari 2026, saat menjawab pertanyaan terkait pemeriksaan keamanan sebelum penunjukan Mandelson sebagai duta besar.

"Ya, benar. Itulah sebabnya ia dicecar berbagai pertanyaan. Saya bermaksud mengungkapkan kepada Majelis ini seluruh dampak terhadap keamanan nasional dan hubungan internasional," kata Starmer.

Dicopot dari Jabatan dan Potensi Pencabutan Gelar Bangsawan

Mandelson ditunjuk sebagai duta besar pada Februari 2025 namun diberhentikan pada September 2025 setelah terungkap keterkaitannya dengan Epstein.

Ia kemudian mengundurkan diri dari Partai Buruh hanya beberapa hari sebelum pernyataan PM dirilis.

Starmer menuduh Mandelson “sepenuhnya menyalahartikan tingkat kedekatannya dengan Epstein” dan berbohong selama proses verifikasi.

"Ia berbohong berulang kali kepada tim saya ketika ditanya tentang hubungannya dengan Epstein, sebelum dan selama masa jabatannya sebagai duta besar. Saya menyesal telah menunjuknya. Jika saat itu saya tahu apa yang saya ketahui sekarang, ia tak akan pernah berada di lingkaran pemerintahan," ujar Starmer.

Pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang khusus untuk mencabut gelar kebangsawanan Mandelson, dan telah mengajukan permohonan kepada Raja Charles III untuk mengeluarkannya dari Dewan Penasihat Kerajaan Inggris.

Starmer menekankan bahwa skandal ini membuka jalan bagi reformasi hukum yang memungkinkan pencabutan gelar bangsawan bagi tokoh yang tersangkut kasus aib besar.

Menurut hukum yang berlaku di Inggris, pencabutan gelar bangsawan hanya dapat dilakukan melalui undang-undang parlemen, bukan keputusan sepihak dari raja.

Preseden serupa terjadi pada November 2025 ketika proses pencabutan gelar terhadap Pangeran Andrew dilakukan, juga karena keterlibatan dalam kasus Epstein.

Dana, Dokumen, dan Surat Skandal Epstein

Pada 30 Januari 2026, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengungkapkan bahwa lebih dari 3,5 juta berkas telah dipublikasikan dalam kasus Epstein.

Salah satu dokumen mencatat bahwa Peter Mandelson menerima dana sebesar 75.000 dolar AS (sekitar Rp1,3 miliar) dari Epstein pada periode 2003–2004.

Surat-surat yang dilaporkan oleh The Sun juga menunjukkan bahwa Mandelson sempat mengungkapkan dukungannya kepada Epstein saat menghadapi tuntutan hukum pada 2008.

Dalam salah satu suratnya, Mandelson menulis:
"teman-temanmu tetap bersamamu dan mencintaimu",
menyarankan agar Epstein tetap “berjuang” dan bersikap “filosofis” terhadap proses persidangan.

Ia juga diduga mendesak Epstein untuk mengejar pembebasan lebih cepat sebelum dijatuhi hukuman 18 bulan penjara melalui kesepakatan pengakuan bersalah atas pemaksaan gadis di bawah umur untuk prostitusi.

Jeffrey Epstein ditemukan bunuh diri di penjara New York pada 10 Agustus 2019.

Penulis :
Aditya Yohan