Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Krisis Air Bersih Masih Melanda Gaza Meski Pasokan dari Israel Kembali Dibuka

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Krisis Air Bersih Masih Melanda Gaza Meski Pasokan dari Israel Kembali Dibuka
Foto: (Sumber: Anak-anak yang mengungsi terlihat mengambil air di tempat penampungan sementara di Deir al-Balah, di Jalur Gaza tengah, Palestina, Selasa (23/9/2025). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa..)

Pantau - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Kota Gaza masih mengalami kekurangan air bersih yang parah meskipun pasokan utama dari Israel telah dibuka kembali baru-baru ini.

Hanya 6.000 Meter Kubik Air Tersedia Setiap Hari

Informasi ini disampaikan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Senin, 9 Februari 2026.

OCHA menyebut bahwa mitra mereka di sektor air, kebersihan, dan sanitasi masih melaporkan kelangkaan air minum dan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga di Gaza.

Meskipun jalur pasokan air Mekorot dari Israel telah kembali berfungsi, hanya sekitar 6.000 meter kubik air yang tersedia setiap harinya untuk masyarakat di Gaza City.

Volume air yang tersedia juga mengalami kehilangan signifikan, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur.

Distribusi Air dan Bantuan Kesehatan Terus Diupayakan

Untuk menanggulangi kekurangan ini, OCHA dan mitra kemanusiaannya terus meningkatkan produksi air melalui sumur air tanah dan instalasi desalinasi milik sektor swasta.

Air juga dikirimkan langsung ke masyarakat menggunakan truk tangki.

Sejak akhir Januari 2026, lebih dari 100.000 jeriken air telah didistribusikan ke warga Gaza.

Selain itu, lebih dari 700.000 batang sabun, 25.000 paket kebersihan, serta lebih dari 400 jamban rumah tangga juga telah disediakan.

Sebanyak 250 lebih paket obat kutu juga disalurkan untuk mencegah penyakit akibat sanitasi buruk.

Kondisi ini mencerminkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza masih berlangsung meskipun sebagian infrastruktur mulai dipulihkan dan bantuan terus disalurkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf