
Pantau - Laporan terbaru Nature mengungkap bahwa keterlibatan mendiang Jeffrey Epstein dengan komunitas ilmiah jauh lebih dalam dari yang diketahui sebelumnya, berdasarkan dokumen baru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).
Epstein Terlibat Aktif dalam Pendanaan dan Konsultasi Ilmiah
Dokumen yang baru dirilis tersebut menunjukkan bahwa Epstein menginvestasikan jutaan dolar AS ke berbagai proyek ilmiah dan memiliki daftar hampir 30 ilmuwan papan atas yang menjalin hubungan dengannya.
Beberapa peneliti bahkan berkonsultasi langsung dengan Epstein dalam hal publikasi, pengurusan visa, hingga strategi komunikasi saat menghadapi krisis.
"Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal cakupan dan kedalaman hubungan," tulis Nature dalam laporannya.
Epstein juga diketahui memberikan dana kepada sejumlah institusi ternama, termasuk sumbangan sebesar 800.000 dolar AS kepada Massachusetts Institute of Technology (MIT), yang kemudian menyebabkan dua ilmuwan mengundurkan diri dan satu ilmuwan lainnya ditangguhkan.
Meski Epstein telah divonis bersalah atas kejahatan seksual pada tahun 2008, hubungan dengan komunitas ilmiah tetap berlanjut setelahnya.
Laporan tersebut menekankan bahwa penyebutan nama-nama ilmuwan dalam dokumen tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan mereka dalam kejahatan Epstein, namun memperlihatkan betapa dalamnya peran Epstein dalam kegiatan ilmiah.
Nama-Nama Ternama dan Detil Hubungan dengan Epstein
Fisikawan teoretis Lawrence Krauss menerima dana sebesar 250.000 dolar AS dari Epstein.
Epstein juga memberikan saran melalui surel kepada Krauss untuk memberikan pernyataan "tidak berkomentar" saat menghadapi penyelidikan pelecehan seksual, sebelum akhirnya Krauss dipecat dari Arizona State University.
Fisikawan dari Harvard, Lisa Randall, diketahui pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia pada tahun 2014 dan bertukar surel yang bernada gurauan terkait status tahanan rumah Epstein.
Pada 2013, Nathan Wolfe dari Universitas Stanford mengusulkan agar Epstein mendanai studi terkait perilaku seksual mahasiswa sarjana untuk menguji apa yang disebut sebagai "hipotesis virus berahi kami".
Salah satu hubungan akademik terdekat Epstein adalah dengan Martin Nowak, ahli biologi matematika dari Harvard.
Epstein mendanai Program for Evolutionary Dynamics (PED) yang dipimpin Nowak sebesar 6,5 juta dolar AS dan ikut aktif dalam kegiatan riset di pusat tersebut.
Harvard kemudian menutup PED pada 2021 dan menjatuhkan sanksi kepada Nowak, yang dicabut pada 2023.
Dokumen juga menunjukkan bahwa Corina Tarnita, mahasiswa doktoral Nowak yang kini profesor di Universitas Princeton, sempat menjalin kontak dengan Epstein tak lama setelah vonis 2008.
Ia mengirim ucapan ulang tahun kepada Epstein dan berterima kasih atas bantuannya dalam pengurusan visa.
Epstein secara rutin berdiskusi tentang topik-topik ilmiah seperti "evolusi komersial" dan "prakehidupan" dengan Nowak dan Tarnita.
Pada 2010, Nowak bahkan membagikan salinan makalah yang telah diterima Nature kepada Epstein sebelum publikasi.
Epstein memberikan masukan tentang strategi menghadapi kritik terhadap makalah tersebut.
Jesse Kass, matematikawan dari University of California, Santa Cruz, mengatakan bahwa keterlibatan penyandang dana hingga sejauh itu "belum pernah terjadi sebelumnya".
"Ada diskusi serius yang harus dilakukan mengenai apa yang salah dan bagaimana mencegah hal serupa terjadi lagi," ungkapnya.
Rilis Dokumen DOJ dan Undang-Undang Transparansi
Departemen Kehakiman AS mulai merilis batch terbaru dokumen pada 30 Januari 2026.
Total dokumen yang dirilis melebihi 3 juta halaman, menjadikannya batch terbesar sejak disahkannya Epstein Files Transparency Act oleh Kongres AS pada akhir tahun lalu.
Temuan ini kembali memicu perdebatan mengenai batas antara pendanaan pribadi dan integritas ilmiah di lingkungan akademik global.
- Penulis :
- Shila Glorya








