
Pantau - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan periode keempat senilai Rp7 miliar dalam pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia Asmund Aukrust di Jakarta sebagai bagian dari upaya mencapai target Indonesia’s Forestry and Other Land Use Net Sink 2030 melalui mekanisme Result Based Contribution.
Peluncuran tersebut menandai kelanjutan kerja sama Indonesia dan Norwegia dalam mendukung pencapaian FOLU Net Sink 2030 yang berfokus pada penurunan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.
Raja Juli Antoni menyatakan, “Hari ini, dengan bangga bersama Menteri Asmund Aukrust, suatu inisiatif yang sudah terjadi ketiga kalinya, dan ini adalah yang keempat kalinya, yaitu peluncuran Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan,” dalam konferensi pers di Jakarta.
Skema Pendanaan dan Capaian Sebelumnya
Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan merupakan skema pendanaan untuk pembangunan masyarakat serta dukungan dana kepada lembaga nirlaba lokal, masyarakat adat, universitas, dan pihak lainnya.
Penyaluran dana dilakukan oleh Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup sesuai mekanisme yang berlaku.
Hingga tiga periode sebelumnya, program tersebut telah menyalurkan Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat di berbagai daerah.
Total penerima manfaat tercatat mencapai 31.512 orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia.
Raja Juli Antoni menjelaskan, “Dana yang dialokasikan untuk kali ini adalah Rp7 miliar dan nanti kira-kira kita akan menargetkan penerima grant ini sebanyak 200 penerima,” terkait target pada fase keempat.
Ia menambahkan, “Sekali lagi, saya merasa angka ini masih terlalu kecil, mungkin tahun depan bisa kita buat double untuk fase kelima,” mengenai kemungkinan peningkatan anggaran pada periode berikutnya.
Tiga Tema Utama dan Mekanisme Pendaftaran
Pada periode keempat, pengajuan usulan kegiatan dibuka pada 12 hingga 19 Februari 2026 dengan proses pendaftaran yang lebih mudah diakses secara daring.
Masyarakat dapat mengajukan proposal melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Terdapat tiga tema utama dalam periode keempat yaitu FOLU Goes to School yang berfokus pada pelibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan.
Tema kedua adalah FOLU Terra yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan.
Tema ketiga adalah FOLU Biodiversity yang mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Asmund Aukrust menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kedua negara dan menyatakan, “Ini adalah kerja sama yang kita banggakan. Di dalamnya adalah komitmen untuk ekonomi yang berkelanjutan dan masa depan yang berkelanjutan,” terkait kemitraan Indonesia dan Norwegia dalam menghadapi tantangan global di bidang lingkungan dan iklim.
- Penulis :
- Shila Glorya







