
Pantau - Militer Amerika Serikat telah menempatkan sistem rudal Patriot MIM-104 berbasis truk di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, sebagaimana terungkap dalam laporan citra satelit bertanggal 1 Februari 2026.
Rudal di Truk Bergerak, Pesawat Tempur dan Angkut Dikerahkan
Penempatan rudal di atas peluncur bergerak, bukan semi-statis, memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam mendukung operasi pertahanan maupun serangan cepat.
Berdasarkan laporan Reuters, citra satelit juga menunjukkan peningkatan kekuatan udara signifikan di Al Udeid, termasuk:
Penambahan empat pesawat KC-135 Stratotanker, sehingga total menjadi 18 unit
- Tujuh pesawat angkut C-17
- Satu pesawat intai RC-135
- Tiga pesawat C-130 Hercules
Hingga 10 sistem rudal Patriot terpasang di peluncur truk
Langkah ini mencerminkan kesiapsiagaan militer AS terhadap kemungkinan eskalasi di kawasan.
Pengerahan Luas di Timur Tengah, Trump Kirim Armada ke Iran
Antara 25 Januari hingga 2 Februari 2026, militer AS juga memperkuat pangkalan Muwaffaq, Yordania, dengan mengerahkan:
Satu pesawat C-17, satu C-130, dan empat pesawat perang elektronik EA-18G Growler
Per 2 Februari, pangkalan tersebut menampung:
- 17 pesawat tempur F-15E
- Delapan A-10 Thunderbolt
- Empat C-130
- Empat helikopter yang belum teridentifikasi
Di Pangkalan Prince Sultan, Arab Saudi, tercatat kehadiran satu pesawat C-5 Galaxy dan satu C-17.
Peningkatan kekuatan udara juga terpantau di Diego Garcia, Samudra Hindia, dengan tujuh pesawat tambahan, serta di pangkalan Dukhan, Oman.
Pada Januari lalu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa "armada besar" sedang bergerak menuju Iran, seraya mendorong Iran agar bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang adil dan seimbang.
Trump juga mengeluarkan peringatan keras, bahwa jika kesepakatan nuklir tidak tercapai, maka serangan AS di masa depan akan jauh lebih buruk dari sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan eskalasi geopolitik dan peningkatan kesiapan militer AS di kawasan Timur Tengah, menyusul hubungan yang memanas dengan Iran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







