Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB dan Rusia Absen pada Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Bentukan Trump di Washington

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB dan Rusia Absen pada Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Bentukan Trump di Washington
Foto: (Sumber: Arsip foto - Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan pertama Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan "Tidak, saya tak tahu kalau kami akan berpartisipasi dalam pertemuan Dewan Perdamaian, atau mengirimkan wakil ke Washington. Jika ada perubahan, akan saya beri tahu,".

Ia menambahkan PBB akan tetap berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dewan Perdamaian terutama melalui Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Ramiz Alakbarov.

Pada hari yang sama juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga menyatakan bahwa Rusia tidak akan mengirimkan utusan ke pertemuan tersebut.

Trump pada 16 Januari mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang melibatkan sejumlah tokoh termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Presiden Bank Dunia Ajay Banga.

Awalnya dewan tersebut dimaksudkan untuk menangani krisis di Jalur Gaza Palestina sebelum mandatnya diperluas.

Sebagai ketua eksekutif Trump kemudian memperluas mandat Dewan Perdamaian menjadi mekanisme global untuk menangani berbagai konflik dunia.

Pada 22 Januari piagam pendirian Dewan Perdamaian ditandatangani oleh sejumlah kepala negara termasuk Presiden RI Prabowo Subianto di sela acara World Economic Forum di Davos Swiss.

Rusia masih mengkaji kemungkinan bergabung dalam dewan tersebut namun telah menunjukkan sikap terbuka sekaligus kritis.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya untuk menyetor dana sebesar 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di Amerika Serikat sebagai bentuk dukungan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Dewan Perdamaian tidak boleh menggantikan peran PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Penulis :
Aditya Yohan