Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu AS dan China Sepakati Pengembangan Stabil Hubungan Jelang Kunjungan Trump ke Beijing

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menlu AS dan China Sepakati Pengembangan Stabil Hubungan Jelang Kunjungan Trump ke Beijing
Foto: (Sumber: Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu (11/7/2025). /ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China..)

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi sepakat mendorong “pengembangan yang stabil” hubungan bilateral menjelang rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing pada April 2026.

Pertemuan keduanya berlangsung di Jerman pada Jumat, 13 Februari 2026, di sela-sela Konferensi Keamanan Munich dan menjadi tatap muka kedua setelah sebelumnya bertemu pada Juli tahun lalu di Kuala Lumpur.

Kantor berita pemerintah China Xinhua melaporkan Wang dan Rubio juga sepakat meningkatkan dialog serta kerja sama di berbagai bidang di tengah dinamika hubungan kedua negara.

Wang menyampaikan kepada Rubio, "Selama kita menjunjung kesetaraan, saling menghormati, dan timbal balik, kita dapat menemukan solusi untuk mengatasi kekhawatiran masing-masing dan mengelola perbedaan dengan tepat,".

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat hingga kini belum mengungkapkan isi detail pembahasan kedua pejabat tersebut.

Pertemuan ini digelar setelah percakapan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada awal bulan ini yang membahas isu perdagangan, Taiwan, dan situasi terkini di Iran.

Trump berencana mengunjungi Beijing pada pekan pertama April 2026 yang akan menjadi lawatan pertamanya ke China sejak memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent diperkirakan akan bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dalam beberapa pekan mendatang guna mempersiapkan pertemuan puncak tersebut.

Bessent menyatakan sejumlah pejabat senior Amerika Serikat telah mengunjungi China untuk menyiapkan pertemuannya dengan He Lifeng.

Trump dan Xi sebelumnya menyepakati gencatan perang dagang selama satu tahun antara dua ekonomi terbesar dunia dan kembali ke status quo sebelumnya saat bertemu di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu.

Setelah percakapan terbaru, Trump menyatakan China berencana membeli lebih banyak produk pertanian dari Amerika Serikat termasuk 20 juta ton kedelai pada musim berjalan.

Rubio sebelumnya mengkritik vonis 20 tahun penjara terhadap aktivis pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai dan menyebut putusan tersebut sebagai kesimpulan yang tidak adil dan tragis.

Jimmy Lai yang berusia 78 tahun divonis bersalah atas tuduhan subversi dan kolusi dengan kekuatan asing berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing di Hong Kong pada 2020.

Pada Desember, Trump mengungkapkan telah meminta Xi mempertimbangkan pembebasan Lai, pendiri surat kabar pro-demokrasi Apple Daily yang kini telah ditutup, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

Penulis :
Ahmad Yusuf