
Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan pemerintahnya tidak terlibat dalam klaim beberapa negara Eropa mengenai dugaan Alexei Navalny tewas akibat racun epibatidine dalam konferensi pers di Bratislava pada Minggu 15 Februari 2026.
Pernyataan itu disampaikan Rubio saat tampil bersama Perdana Menteri Slowakia Robert Fico sebagaimana dilaporkan dari Bratislava melalui kantor berita ANTARA pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 16:48 WIB.
Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak "bertengkar" dengan sejumlah negara Eropa terkait laporan kematian tokoh oposisi Rusia tersebut.
"Itu laporan mereka dan mereka yang menerbitkannya," ungkapnya.
Lima negara Eropa yakni Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia sebelumnya merilis laporan bersama yang menyebut Navalny meninggal dunia akibat racun epibatidine.
Racun epibatidine dikenal sebagai zat yang sangat mematikan dan secara alami ditemukan pada kulit katak panah beracun di Amerika Selatan.
Rusia Tunggu Hasil Tes
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pihaknya akan memberikan komentar resmi setelah memperoleh hasil tes terkait penyebab kematian Navalny.
Komite Investigasi Rusia juga telah meluncurkan penyelidikan prosedural untuk mengusut insiden kematian tersebut.
Kronologi Kematian Navalny
Navalny yang dikenal sebagai tokoh oposisi dan aktivis antikorupsi Rusia dilaporkan meninggal dunia di sebuah penjara di Rusia pada 16 Februari 2024 setelah berjalan-jalan dan kemudian kehilangan kesadaran.
Menurut informasi awal, Navalny disebut menderita pembekuan darah sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
- Penulis :
- Leon Weldrick








