Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Wamenlu Palestina Omar Awadallah Menyatakan Israel Halangi Komite Nasional Pengelola Gaza dalam Rencana Perdamaian Trump

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenlu Palestina Omar Awadallah Menyatakan Israel Halangi Komite Nasional Pengelola Gaza dalam Rencana Perdamaian Trump
Foto: (Sumber: Anak-anak yang mengungsi terlihat mengambil air di tempat penampungan sementara di Deir al-Balah, di Jalur Gaza tengah, Palestina, Selasa (23/9/2025). (ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa.).)

Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri Palestina Omar Awadallah menyatakan bahwa Israel menghalangi tugas komite nasional Palestina yang dibentuk untuk mengelola Jalur Gaza sesuai dengan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Omar Awadallah kepada RIA Novosti pada Senin 16/2.

Ia mengatakan, "Israel melarang anggota komite nasional pengelola Gaza masuk ke Jalur Gaza," katanya.

Ia juga menyampaikan, "keberadaan komite yang dibentuk untuk memastikan stabilitas, mengembalikan tugas-tugas pemerintah Palestina, dan menghentikan semua kejahatan terhadap rakyat Palestina tidak sesuai dengan kepentingan otoritas Israel saat ini".

Menurut Awadallah, komite tersebut dibentuk untuk menjamin stabilitas dan memulihkan fungsi pemerintahan Palestina di wilayah Gaza.

Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, pada pertengahan Januari mengumumkan peluncuran fase kedua rencana perdamaian Gaza.

Fase kedua rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dari sejumlah besar wilayah di Gaza.

Rencana itu juga meliputi pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional serta pembentukan struktur pemerintahan baru, termasuk Dewan Perdamaian.

Meskipun transisi fase kedua rencana tersebut telah diumumkan, bentrokan antara Palestina dan Israel di wilayah Gaza masih terus dilaporkan.

Isu persetujuan anggaran dan waktu dimulainya kegiatan komite akan menjadi agenda pertemuan pertama Dewan Perdamaian yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada 19 Februari.

Pemerintah Amerika Serikat telah mengirim undangan kepada sekitar 50 pemimpin negara untuk berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Salah satu pemimpin negara yang diundang adalah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti