
Pantau - Norwegia menegaskan tidak akan bergabung dengan apa yang disebut sebagai “Dewan Perdamaian” atau Board of Peace yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Norwegia pada Kamis 19 Februari menyusul klaim Presiden Trump dalam pertemuan perdana dewan di U.S. Institute of Peace bahwa Norwegia akan menjadi tuan rumah salah satu acara.
Dalam forum tersebut, Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan menyumbang 10 miliar dolar AS untuk inisiatif tersebut.
Bantah Klaim Tuan Rumah
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Norwegia Ane Jorem membantah klaim tersebut sebagaimana dilaporkan Norwegian Broadcasting Corporation atau NRK.
“Norwegia telah dengan jelas menyampaikan bahwa kami tidak akan menjadi anggota Dewan Perdamaian, dan sikap ini tetap solid,” tegas Jorem.
Ia menjelaskan Norwegia berencana menyelenggarakan pertemuan musim semi Ad Hoc Liaison Committee (AHLC), mekanisme internasional yang telah lama diketuai Norwegia untuk mengoordinasikan bantuan bagi rakyat Palestina.
Norwegia disebut tetap berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait pembahasan rencana perdamaian Gaza melalui forum tersebut.
Sejumlah Negara Eropa Tidak Bergabung
Norwegia termasuk di antara sejumlah negara Eropa yang tidak bergabung dalam dewan tersebut, bersama Prancis, Jerman, dan Inggris.
Dewan Perdamaian itu secara resmi dibentuk Presiden Trump pada 22 Januari di sela-sela Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Sikap Norwegia mencerminkan konsistensi kebijakan luar negeri negara tersebut dalam menyikapi inisiatif perdamaian internasional yang dinilai kontroversial.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








