Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Kerahkan Pesawat Militer ke Israel dan Evakuasi Staf Diplomatik dari Lebanon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Kerahkan Pesawat Militer ke Israel dan Evakuasi Staf Diplomatik dari Lebanon
Foto: (Sumber : AS kerahkan pesawat militer ke Israel dan evakuasi staf dari Lebanon.)

Pantau - Amerika Serikat mengerahkan tambahan aset militer ke Bandara Ben Gurion, Israel, serta mengevakuasi puluhan staf diplomatiknya dari Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel Kan, pesawat tanker pengisian bahan bakar udara dan pesawat angkut berat C-17 Globemaster milik AS mendarat di bandara utama Israel tersebut dalam 24 jam terakhir.

Foto-foto yang beredar menunjukkan pesawat militer berada di area bandara yang menjadi pintu gerbang internasional utama Israel.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari peningkatan kehadiran militer AS di kawasan seiring potensi eskalasi dengan Iran menjelang kelanjutan pembicaraan nuklir kedua negara.

Pengerahan militer terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran setelah AS memperkuat kehadiran di kawasan dengan mengirim tambahan jet tempur, kapal induk, dan aset pendukung lainnya.

Pejabat AS menyatakan seluruh opsi tetap terbuka apabila jalur diplomasi gagal menyelesaikan sengketa terkait program nuklir dan rudal Iran.

Iran memperingatkan akan melakukan serangan balasan terhadap target AS dan Israel jika terjadi serangan terhadap wilayahnya.

Dua putaran pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran telah berlangsung bulan ini masing-masing di Muscat pada 6 Februari dan di Jenewa pada 17 Februari.

Putaran berikutnya dijadwalkan digelar pada 26 Februari di Jenewa.

Kedutaan Besar AS di Lebanon mengevakuasi puluhan staf melalui Bandara Beirut pada Senin sebagai langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi regional.

Media Lebanon menyebut evakuasi tersebut sebagai tindakan pencegahan di tengah situasi keamanan yang dinilai dinamis.

Situasi keamanan di Timur Tengah terus dipantau menjelang pertemuan lanjutan antara AS dan Iran yang dinilai krusial bagi stabilitas kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf