
Pantau - Indonesia dan Mongolia menegaskan komitmen memperkuat kemitraan bilateral ke babak baru melalui pertemuan konsultasi politik di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 26 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Amartuvshin Gombosuren bertukar pandangan mengenai tren positif hubungan bilateral serta peluang perluasan kerja sama di berbagai bidang.
Arrmanatha Nasir menyatakan, "Potensi kerja sama Indonesia dan Mongolia masih sangat luas. Peningkatan engagement keterlibatan pelaku usaha menjadi kunci, antara lain melalui MoU antar-kamar dagang sebagai jembatan memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis,” kata Wamenlu Tata, menurut keterangan tertulis Kemlu RI, Jumat.
Perluasan Kerja Sama Strategis
Kedua pihak menyoroti potensi kerja sama di bidang ekonomi strategis, pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, hubungan antarmasyarakat, pariwisata, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di sektor pertanian, Indonesia dinilai mampu mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Mongolia melalui pelatihan pengembangan pertanian berkelanjutan.
Di bidang pendidikan, kerja sama diperkuat melalui berbagai program beasiswa RI bagi mahasiswa Mongolia, termasuk The Indonesian Aid Scholarship TIAS, Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia BSBI, pelatihan peningkatan kapasitas bagi diplomat Mongolia, serta program Kemitraan Negara Berkembang KNB.
Indonesia dan Mongolia juga sepakat menjajaki pembentukan dialog perencanaan kebijakan untuk memperdalam koordinasi strategis serta pertukaran pandangan terkait dinamika Indo-Pasifik dan isu global.
Arrmanatha Nasir menyatakan, "Kami berharap kemitraan Indonesia dan Mongolia terus berkembang dalam kerangka kerja sama komprehensif yang lebih erat, responsif terhadap tantangan global, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Wamenlu Tata.
Momentum 70 Tahun Hubungan Diplomatik
Pertemuan tersebut bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Mongolia serta menindaklanjuti MoU konsultasi politik yang ditandatangani pada Mei 2025.
Kementerian Luar Negeri RI mencatat total perdagangan Indonesia dan Mongolia pada 2025 mencapai 56 juta dolar AS dengan tren positif.
Indonesia juga menjadi tuan rumah satu-satunya Pusat Kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara yang berlokasi di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







