
Pantau - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin 2 Maret melakukan langkah diplomasi dengan menghubungi sejumlah pemimpin negara Teluk guna mendorong deeskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran pada Sabtu 28 Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh Timur Tengah.
Percakapan dengan Emir Qatar dan Oman
Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan, “Beberapa menit yang lalu, beliau berbicara melalui telepon dengan Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Negara Qatar. Sekretaris Jenderal mengulangi kecamannya terhadap serangan baru-baru ini terhadap Qatar, yang melanggar kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut,”.
Ia menambahkan, “Selama akhir pekan ini, beliau juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kesultanan Oman, Yang Mulia bin Hamad Al Busaidi. Sekretaris Jenderal memuji Oman atas upayanya dalam memediasi negosiasi damai dan menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan terhadap Iran dan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk,”.
Kedua percakapan tersebut menekankan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri eskalasi militer di Timur Tengah dan kembali ke dialog demi menjaga stabilitas regional.
Seruan Dialog di Tengah Eskalasi Militer
Selain itu, Kepala PBB juga melakukan sejumlah percakapan dengan para duta besar dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk untuk mendorong jalur diplomasi.
Sehari setelah serangan balasan Iran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran mengetahui negara-negara Teluk Persia marah atas serangan Iran dan menegaskan bahwa konflik tersebut dipaksakan kepada Teheran oleh Amerika Serikat.
Langkah diplomasi PBB ini dilakukan untuk meredakan ketegangan di kawasan yang terus meningkat akibat saling serang antara pihak-pihak yang terlibat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








