Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Khawatir Lebanon Memanas Imbas Perang Iran Melawan AS-Israel

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Khawatir Lebanon Memanas Imbas Perang Iran Melawan AS-Israel
Foto: (Sumber : Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric. (ANTARA/Anadolu/PY).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan kekhawatiran bahwa situasi di Lebanon dapat memanas akibat perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric di Markas PBB, New York, pada Senin (2/3).

Kekhawatiran itu muncul setelah Kelompok Hizbullah menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan rakyatnya menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Hizbullah kemudian melancarkan beberapa serangan ke wilayah Israel yang dibalas Israel dengan menargetkan berbagai lokasi militer Hizbullah di Lebanon.

PBB Pantau Ketegangan di Garis Biru

Stephane Dujarric menyampaikan kepada wartawan, “Di Lebanon, di mana kami memiliki kehadiran politik dan pasukan penjaga perdamaian, ketegangan juga meningkat. Kami sangat prihatin atas baku tembak di sepanjang Garis Biru. Situasi di lapangan berkembang dengan cepat, dan kami memantau perkembangan tersebut secara saksama,”.

Ia menambahkan bahwa PBB mengetahui adanya penembakan yang ditujukan ke Israel yang diklaim oleh Hizbullah serta serangan Israel yang dilancarkan terhadap sejumlah daerah di Lebanon.

Stephane Dujarric menegaskan, “Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL kami di sana tetap berada di posisinya meskipun dalam situasi yang penuh tantangan,”.

Eskalasi Dipicu Serangan ke Iran

Sebelumnya pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di Teheran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Serangan tersebut juga menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei dan beberapa pejabat senior pemerintah serta militer Iran tewas.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan