
Pantau - Sekitar 200 kapal tanker dilaporkan terjebak di pintu masuk Selat Hormuz di Teluk Oman pada Selasa di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Data tersebut diperoleh dari sistem pelacakan kapal MarineTraffic yang dianalisis oleh RIA Novosti.
Dengan tambahan kapal tersebut, total kapal yang terjebak di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya mencapai sekitar 300 kapal.
Saat ini tidak ada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab serta menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dunia dari negara-negara Teluk.
Secara geografis pantai utara Selat Hormuz berada di wilayah Iran.
Sementara itu pantai selatan Selat Hormuz dibagi antara Uni Emirat Arab dan Oman.
Konflik Timur Tengah Picu Gangguan Pelayaran
Terhentinya lalu lintas kapal di Selat Hormuz terjadi setelah konflik di kawasan Timur Tengah semakin memanas.
- Pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
- Serangan tersebut termasuk terjadi di ibu kota Iran, Teheran.
- Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
- Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel.
Serangan balasan tersebut juga diarahkan ke pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
Ketegangan Terjadi Saat Pembicaraan Nuklir Berlangsung
Serangan terhadap Iran tetap terjadi meskipun sebelumnya telah berlangsung pembicaraan mengenai program nuklir Iran.
- Pembicaraan nuklir tersebut dilakukan antara Washington dan Teheran di Jenewa.
- Proses dialog tersebut dimediasi oleh Oman.
Informasi mengenai pergerakan kapal tanker dan situasi di Selat Hormuz dilaporkan berdasarkan analisis data pelacakan kapal dari sistem MarineTraffic.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








