
Pantau - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengajak Ikatan Alumni Lemhannas menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional di tengah situasi global yang semakin kompleks.
Ia menilai peran alumni Lemhannas sangat strategis karena berasal dari berbagai sektor seperti pemerintahan, militer, dunia usaha, dan akademisi.
Bambang Soesatyo menyatakan, “Alumni Lemhannas harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, alumni memiliki kemampuan analisis serta jaringan luas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebijakan negara.
Situasi global saat ini dinilai semakin tidak stabil dengan konflik geopolitik yang berdampak luas.
Bambang menyatakan, “Dunia saat ini menghadapi situasi yang tidak stabil. Konflik geopolitik berkembang menjadi krisis multidimensi yang memengaruhi energi, pangan, ekonomi, hingga keamanan siber,” ungkapnya.
Dampak global tersebut turut memengaruhi harga energi dan inflasi di Indonesia.
Kondisi ini juga berdampak pada daya beli masyarakat serta tekanan terhadap anggaran negara.
Ketergantungan pada impor energi dinilai meningkatkan risiko pembengkakan subsidi.
Bambang mendorong alumni Lemhannas berperan aktif dalam memberikan masukan kebijakan strategis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kohesi sosial di tengah potensi polarisasi masyarakat.
Ia menyatakan, “Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan global dapat memicu instabilitas di dalam negeri. Di sinilah peran IKAL Lemhannas sebagai perekat bangsa menjadi penting,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap transformasi digital dan ancaman siber.
Bambang menegaskan, “Ke depan, IKAL Lemhannas harus menjadi pusat pemikiran strategis yang adaptif, responsif, dan solutif agar dapat berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional,” ungkapnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







