Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol karena Tolak Pangkalan Militer untuk Serangan ke Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol karena Tolak Pangkalan Militer untuk Serangan ke Iran
Foto: (Sumber : Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (3/3) mengancam akan "memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol" karena negara tersebut menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan ke Iran, seraya menyatakan ketidakpuasannya terhadap Inggris..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol setelah negara tersebut menolak mengizinkan militer Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Ancaman tersebut disampaikan Trump pada Selasa, 3 Maret 2026 saat berbicara kepada awak media di Ruang Oval Gedung Putih.

Pernyataan itu muncul ketika Trump memulai pembicaraan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang berkunjung ke Gedung Putih.

" Kami akan memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan lagi dengan Spanyol," ungkap Donald Trump.

Selain mengkritik Spanyol, Trump juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap sikap Inggris dalam konflik tersebut.

" Sebagai informasi, saya juga tidak senang dengan Inggris," ujar Trump.

Ia juga menyindir kepemimpinan Inggris saat ini dengan menyebut bahwa situasi politik yang dihadapi tidak seperti era kepemimpinan Winston Churchill.

" Sosok yang kami hadapi saat ini bukanlah Winston Churchill." kata Trump.

Inggris Tolak Terlibat dalam Serangan ke Iran

Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan kepada parlemen pada Senin, 2 Maret 2026 bahwa Inggris tidak akan bergabung dalam serangan ofensif Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap Inggris untuk tidak terlibat langsung dalam operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Di tengah ketegangan tersebut Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan harapan agar konflik yang terjadi dapat segera berakhir.

Friedrich Merz menyampaikan kepada Trump bahwa Jerman berharap perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dapat segera dihentikan.

Pertemuan tersebut menjadikan Friedrich Merz sebagai pemimpin negara asing pertama yang bertemu langsung dengan Donald Trump sejak dimulainya kampanye militer terhadap Iran.

Kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran diketahui dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026 dini hari.

Penulis :
Aditya Yohan