
Pantau - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret 2026 dilaporkan meningkat menjadi 394 orang berdasarkan data otoritas kesehatan Lebanon pada Ahad, 8 Maret 2026.
Selain korban tewas, sebanyak 1.130 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat jumlah korban tewas sebanyak 294 orang dengan 1.023 orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan data kementerian, banyak korban berasal dari kalangan anak-anak.
Sebanyak 83 anak dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel.
Sementara itu, sebanyak 254 anak lainnya mengalami luka-luka.
Eskalasi Serangan Israel dan Hizbullah
Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa enam roket telah diluncurkan oleh kelompok perlawanan Hizbullah pada Senin pagi.
Serangan roket tersebut memicu pasukan Israel melakukan serangan balasan ke berbagai target di Lebanon.
Target serangan tersebut mencakup sejumlah wilayah di Lebanon termasuk ibu kota Beirut.
Pada 2 Maret 2026, Hizbullah sebelumnya meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta serangan Israel sebelumnya di Lebanon.
Setelah serangan tersebut, Israel membalas dengan melancarkan serangan udara besar-besaran.
Israel juga mengirim pasukan darat ke wilayah Lebanon.
Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Eskalasi konflik yang terjadi menyebabkan dampak kemanusiaan yang luas di Lebanon.
Ratusan ribu warga sipil dilaporkan terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk menghindari serangan.
Menteri Sosial Lebanon Haneen Sayed pada Minggu menyatakan bahwa sekitar 517.000 pengungsi telah terdaftar.
Para pengungsi tersebut tercatat dalam platform bantuan yang disediakan oleh pemerintah Lebanon.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







