
Pantau - Iran dilaporkan memasukkan aset ekonomi Amerika Serikat ke dalam "daftar target" serangan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut disampaikan oleh Fars News Agency pada Minggu dengan mengutip seorang pejabat Iran yang berbicara secara anonim.
Pejabat tersebut menyebutkan bahwa Teheran telah merevisi strategi penargetannya dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Strategi baru itu tidak lagi hanya berfokus pada target militer kedua negara tersebut.
Iran memperluas "daftar target" dengan memasukkan "modal dan kepentingan Amerika" sebagai sasaran potensial.
Pejabat tersebut menyatakan keputusan tersebut diambil setelah muncul berbagai pernyataan dari pejabat Amerika Serikat dan Israel yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap rakyat Iran.
Serangan Udara Targetkan Fasilitas Minyak Iran
Pada Minggu malam, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan wilayah sekitarnya.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan minyak.
Salah satu fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Depo Minyak Shahran.
Eskalasi Konflik Terus Meningkat
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Korban tewas tersebut termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Selain korban meninggal dunia, lebih dari 10.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone.
Serangan balasan itu menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Aditya Yohan








