
Pantau - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan akan menghentikan armada Amerika Serikat dan sekutunya jika melintasi Selat Hormuz, termasuk untuk pengawalan kapal tanker minyak.
Penindakan tersebut disebut akan dilakukan menggunakan rudal serta kapal selam milik Iran.
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran Alireza Tangsiri menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan di media sosial X.
Ia juga membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut Angkatan Laut mereka telah mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut Tangsiri, Iran siap mengambil tindakan jika armada Amerika Serikat maupun sekutunya memasuki jalur strategis tersebut.
Sementara itu Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani juga menyampaikan pernyataan terkait situasi di Selat Hormuz.
“Selat Hormuz akan menjadi selat perdamaian dan kemakmuran bagi semua pihak, atau menjadi selat kekalahan dan penderitaan bagi para penghasut perang,” ujarnya.
Sebelumnya pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Selain itu, sejumlah komandan militer senior serta warga sipil juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone.
Serangan balasan itu menargetkan wilayah Israel serta sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait potensi gangguan terhadap ekspor minyak dunia.
Kekhawatiran terutama berkaitan dengan keamanan pelayaran yang melintasi jalur strategis Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan salah satu jalur utama distribusi energi global sehingga setiap ketegangan di kawasan itu berpotensi memengaruhi pasar energi dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








