Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Tahan 10 Orang yang Diduga Bekerja Sama dengan AS dan Israel

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Tahan 10 Orang yang Diduga Bekerja Sama dengan AS dan Israel
Foto: (Sumber : Logo Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC). (ANTARA/IRNA-OANA).)

Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menahan 10 orang yang diduga bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik militer di kawasan.

Penahanan tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran melalui laporan yang disiarkan oleh penyiar Islamic Republic of Iran Broadcasting.

IRGC menyatakan "Sepuluh individu yang berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan Israel telah diidentifikasi dan ditahan".

Menurut pernyataan tersebut, para tahanan akan dijatuhi hukuman masa perang sesuai ketentuan yang berlaku di Iran.

Langkah penahanan dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan militer yang terjadi di wilayah Iran.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel awalnya menyatakan operasi militer tersebut merupakan langkah pencegahan terhadap ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Namun kemudian kedua negara tersebut menjelaskan bahwa serangan itu juga bertujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer tersebut.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi militer Amerika Serikat dan Israel serta menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan di kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf