Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Intelijen AS Deteksi Dugaan Ranjau Laut Iran di Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Intelijen AS Deteksi Dugaan Ranjau Laut Iran di Selat Hormuz
Foto: (Sumber : Peta Selat Hormuz (Wikipedia Commons).)

Pantau - Intelijen Amerika Serikat mendeteksi kemungkinan Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Informasi tersebut dilaporkan oleh CBS News pada Selasa 10 Maret.

Menurut laporan tersebut, Iran diduga menggunakan kapal berukuran kecil untuk memasang ranjau laut di kawasan Selat Hormuz.

Setiap kapal kecil tersebut diperkirakan mampu membawa dua hingga tiga ranjau laut.

Jumlah total ranjau yang dimiliki Iran diperkirakan berkisar antara 2.000 hingga 6.000 unit.

Namun angka pasti mengenai jumlah ranjau tersebut hingga kini masih belum dapat dipastikan secara jelas.

Ranjau-ranjau tersebut disebut diproduksi di dalam negeri Iran maupun berasal dari Rusia atau China.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil di wilayah Iran.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel awalnya menyatakan serangan tersebut dilakukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran.

Namun kemudian kedua negara tersebut menyatakan bahwa operasi militer tersebut juga bertujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer tersebut.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan terhadap Ali Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pemerintah Rusia menyerukan agar dilakukan deeskalasi serta penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf