Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Klaim AS Hancurkan 10 Kapal Iran Penebar Ranjau di Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Klaim AS Hancurkan 10 Kapal Iran Penebar Ranjau di Selat Hormuz
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. (ANTARA/Anadolu/am).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pasukan Amerika Serikat telah menghancurkan 10 kapal Iran yang diduga digunakan untuk menebar ranjau di Selat Hormuz pada Selasa 10 Maret.

Tindakan militer tersebut terjadi beberapa menit setelah Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya jika tidak menyingkirkan ranjau dari jalur pelayaran tersebut.

Donald Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui platform Truth Social miliknya.

Donald Trump menulis "Kami telah menghantam dan sepenuhnya menghancurkan 10 kapal dan/atau perahu penebar ranjau yang tidak aktif, dan masih akan ada lagi".

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM melakukan serangan tersebut atas arahan Presiden Trump.

Pete Hegseth mengatakan kapal-kapal Iran tersebut dihancurkan "dengan presisi brutal".

Ia juga menulis di platform media sosial X "Kami tidak akan membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz".

Pete Hegseth menambahkan bahwa Iran telah secara resmi diberi peringatan oleh Amerika Serikat.

Serangan tersebut terjadi setelah laporan CNN menyebut Iran mulai memasang ranjau di Selat Hormuz.

Pejabat Amerika Serikat menyebut Teheran menggunakan kapal kecil yang masing-masing membawa dua hingga tiga ranjau.

Namun Donald Trump menyatakan Amerika Serikat tidak memiliki laporan bahwa Iran benar-benar telah menempatkan ranjau di jalur pelayaran tersebut.

Trump juga mengatakan Amerika Serikat akan menggunakan teknologi rudal yang sebelumnya dipakai untuk menghancurkan kapal penyelundup narkoba di kawasan Karibia.

Teknologi tersebut akan digunakan untuk menargetkan kapal apa pun yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur maritim penting bagi perdagangan energi dunia.

Setiap hari lebih dari 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi melewati jalur tersebut atau sekitar 20 persen dari konsumsi minyak global.

Saat ini Selat Hormuz mengalami gangguan besar akibat serangan yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.

Donald Trump sebelumnya berjanji bahwa Selat Hormuz akan tetap "aman".

Ia juga menyatakan Iran akan diserang 20 kali lebih keras jika mencoba menghentikan aliran minyak di jalur tersebut.

Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat sejak operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Selain itu sedikitnya delapan anggota militer Amerika Serikat dilaporkan tewas sejak dimulainya operasi militer tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf