Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Tunda Kunjungan ke China, Fokus Tangani Konflik dengan Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Tunda Kunjungan ke China, Fokus Tangani Konflik dengan Iran
Foto: (Sumber : Arsip - Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu Ajansi/pri).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda kunjungannya ke China selama sekitar satu bulan karena memilih fokus pada konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Kunjungan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April.

"Saya ingin sekali pergi ke China, tetapi karena perang, saya harus berada di sini," kata Trump.

"Jadi kami minta kunjungan itu ditunda sekitar satu bulan."

Trump juga menyatakan tetap menantikan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.

"Saya menantikan bertemu dengannya. Kami punya hubungan yang sangat baik," katanya.

Gedung Putih menyebut penjadwalan ulang dilakukan karena prioritas utama saat ini adalah operasi militer yang sedang berlangsung.

"Sebagai panglima tertinggi, prioritas utamanya saat ini adalah memastikan keberhasilan operasi ini, Epic Fury. Kami akan segera memberi tahu tanggalnya," kata Karoline Leavitt.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menegaskan bahwa Trump perlu tetap berada di Washington dalam situasi saat ini.

"Bepergian ke luar negeri pada saat seperti ini mungkin bukan pilihan yang optimal," katanya.

Trump sebelumnya juga mengisyaratkan kemungkinan penundaan jika China tidak membantu membuka Selat Hormuz.

Amerika Serikat mendesak negara-negara yang bergantung pada minyak Timur Tengah, seperti Jepang dan Korea Selatan, untuk turut membantu pengamanan jalur tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Trump mengklaim sejumlah negara telah siap membantu meski tidak merinci secara detail.

Konflik yang berlangsung kini telah memasuki pekan ketiga tanpa tanda-tanda mereda.

Ketidakpastian situasi membuat jadwal kunjungan Trump ke China belum dapat dipastikan.

Meski demikian, pejabat ekonomi Amerika Serikat dan China tetap melakukan pertemuan di Paris dan sepakat menjaga komunikasi yang erat.

Penulis :
Ahmad Yusuf