Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Drone Beruntun Menghantam Kedutaan Besar AS di Baghdad hingga Picu Kebakaran Hebat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Serangan Drone Beruntun Menghantam Kedutaan Besar AS di Baghdad hingga Picu Kebakaran Hebat
Foto: Foto yang diambil pada 14 Maret 2026 menunjukkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Irak setelah sebuah serangan di Baghdad, Irak (sumber: Xinhua/Khalil Dawood)

Pantau - Serangan drone menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, pada Selasa pagi, 17 Maret 2026, menyebabkan sejumlah fasilitas di dalam kompleks hangus terbakar.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Zona Hijau yang merupakan area dengan pengamanan ketat di ibu kota Irak.

Sumber dari Kementerian Dalam Negeri Irak yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, "dua drone yang dipasangi jebakan mendarat di dalam perimeter kedutaan."

Ledakan dari kedua drone itu memicu kebakaran hebat yang terlihat hingga ke luar kompleks kedutaan.

Serangan ini menambah rangkaian insiden yang menargetkan Kedutaan Besar AS sejak Senin malam, 16 Maret 2026, hingga Selasa pagi.

Kronologi Serangan Drone

Menurut keterangan sumber kepada Xinhua, drone pertama dilaporkan memasuki area kedutaan sebelum akhirnya meledak di dalam perimeter.

Drone kedua kemudian menyusul dan memicu ledakan lanjutan yang memperparah kebakaran di beberapa fasilitas penting.

Api yang muncul akibat ledakan tersebut dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bagian bangunan di dalam kompleks.

Kedutaan AS Kembali Jadi Sasaran

Serangan terbaru ini terjadi setelah sebelumnya Kedutaan Besar AS di Baghdad juga menjadi sasaran serangan pada beberapa hari terakhir.

Foto tertanggal 14 Maret 2026 menunjukkan kondisi kompleks kedutaan yang telah mengalami kerusakan akibat serangan sebelumnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait pihak yang bertanggung jawab atas rentetan serangan tersebut.

Otoritas keamanan Irak masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan beruntun ini.

Penulis :
Arian Mesa