
Pantau - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menyatakan sebanyak 40 persen warga dari wilayah aglomerasi Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi telah berangkat mudik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Puncak arus mudik gelombang kedua diperkirakan terjadi pada malam hari ini hingga Rabu, 18 Maret 2026, seiring meningkatnya pergerakan kendaraan keluar dari wilayah Jadetabek.
"Sejak operasi Ketupat Jaya 2026 arus mudik masih cenderung ramai lancar, meski ada peningkatan. Sudah 40 persen warga Jadetabek mudik, kemungkinan puncaknya nanti malam dan besok, akan terus meningkat," ungkapnya.
Kondisi Lalu Lintas Masih Terkendali
Kapolda menyebut kondisi lalu lintas di ruas tol maupun jalur arteri menuju arah Cikampek masih terpantau aman meskipun terjadi lonjakan volume kendaraan.
Ia menegaskan hingga saat ini belum diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow maupun sistem one way.
"Masih lancar untuk sekarang, jadi belum ada rekayasa lalu lintas baik contraflow maupun one way. Petugas di lapangan juga selalu siap siaga mengamankan jalur lintasan mudik," ujarnya.
Petugas di lapangan tetap disiagakan untuk menjaga kelancaran serta keamanan jalur yang dilalui para pemudik.
Imbauan Keamanan bagi Pemudik
Kapolda juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik keberangkatan pemudik, seperti Terminal Bus Pulogebang, Stasiun Pasar Senen, dan Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Masyarakat diimbau memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum berangkat mudik, termasuk mematikan listrik, kompor, dan tabung gas serta memastikan pintu dan jendela terkunci.
Kepolisian turut menginstruksikan jajaran Polres dan Polsek untuk meningkatkan patroli bersama masyarakat seperti perangkat desa dan RT/RW guna menjaga keamanan lingkungan.
"Tentu warga yang mudik agar cek kembali rumah dan untuk kendaraan kami telah memerintahkan agar seluruh Polres dan Polsek bisa menerima penitipan kendaraan yang ditinggal mudik," katanya.
- Penulis :
- Arian Mesa








